Yoyok Riyo Sudibyo di tengah warga Batang.MTVN/Istimewa
Yoyok Riyo Sudibyo di tengah warga Batang.MTVN/Istimewa (M Rodhi Aulia)

Kades se-Batang Diminta `Buka-bukaan`

bupati yoyok
M Rodhi Aulia • 09 Mei 2016 21:36
medcom.id, Batang: Kepala desa (kades) di Batang, Jawa Tengah, diminta untuk buka-bukaan terkait penggunaan dan perencanaan pemanfaatan dana desa. Warga berhak tahu atas informasi itu.
 
“Transparansi mencegah warga dibohongi elite birokrasi desa," kata Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo di Batang, Senin (9/5/2016). "Warga harus tahu apa yang dikerjakan kades dan aparaturnya.”
 
Hanya, dia mewanti-wanti laporan jangan njelimet. Kades harus kreatif, inovatif, dan melihat karekter warga. Yoyok mencontohkan, kades bisa memakai media sosial jika memang warga mereka banyak berinteraksi di medsos. Informasi juga bisa dijembreng dalam bentuk infografis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Yoyok, setiap kades harus tahu media informasi apa yang disukai warganya. Dia mengingatkan, jangan memilih media sosial dengan alasan agar terkesan modern, tapi yang menggunakan media sosial di desa mereka cuma segelintir.
 
"Percuma diumumkan tapi warga tidak tertarik membacanya," ujar Yoyok.
 
Ke depan, Yoyok berencana menggelar kompetisi transparansi antardesa di Batang. Desa yang paling transparan, paling kreatif, dan inovatif akan diberikan penghargaan khusus. “Jadi, nanti ada semacam kebanggaan warga, desa saya paling transparan,” kata Yoyok.
 
Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) mengapresiasi gagasan Yoyok. Manager Advokasi dan Investigasi FITRA Apung Widadi mengatakan, model semacam ini bisa dipakai oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi untuk diterapkan di daerah lain.
 
“Batang ini pelopor transparansi anggaran nasional, tambahan konsistensinya nyata  dengan gerakan baru bupati mendorong dan memotivasi kepala desa untuk membuat transparansi dana desa, perencanaan dan alokasinya. Ini perlu diapresiasi, Kemendes perlu mendorong aktif transparansi dana desa seperti di Batang ini ke daerah lain,” ujar Apung.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(ICH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif