medcom.id, Pemalang: Ratusan makam di tempat pemakaman umum (TPU) Dukuh Kecepit, Desa Banjarmulya, Kecamatan/Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, dibongkar menyusul dimulainya proyek jalan tol Trans Jawa Pemalang-Batang.
Jenazah yang sudah puluhan tahun bersemayam di lahan seluas 1.255 meter persegi ini terpaksa dipindahkan ke lahan milik warga di selatan TPU. Pemerintah desa hingga kini belum mendapatkan lahan pengganti makam.
Kepala Desa Banjarmulya, Sunoto, menjelaskan ada 257 makam yang harus dibongkar karena lahan pemakaman itu akan digunakan untuk konstruksi jalan tol Trans Jawa. Pembongkaran makam sudah dilakukan sejak Senin 8 Agustus. Hingga Kamis 11 Agustus ini sudah ada 226 makam yang dibongkar.
“Proses pembongkaran makam diperkirakan selesai seminggu berselang karena 31 makam yang tersisa belum ditemukan dan ada juga yang terjepit akar pohon sehingga sulit dipindahkan,” kata dia, saat ditemui di lokasi TPU Dukuh Kecepit, Kamis (11/08/2016).
Selain itu, Sunoto menambahkan, pemerintah desa juga masih terkendala dengan lahan pengganti. Pasalnya, lahan milik warga yang digunakan untuk merelokasi makam telah penuh.
“Kami belum tahu akan direlokasi ke mana lagi sejumlah makam belum ditemukan ini. Selain itu, jika ada warga yang baru meninggal, kami bingung memakamkannya di mana,” kata dia.
Pembangunan jalan tol Trans Jawa di Pemalang-Batang menggusur 63 bidang tanah di Desa Banjarmulya. Bidang tanah itu terdiri dari lahan pertanian warga, tanah bengkok, dan lahan pemakaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
