Informasi itu dikoarkan dalam akun @BPPTKG di media sosial Twitter pada pukul 22.37 WIB. Dari akun Twitter itu juga diketahui petugas di lokasi masih kesulitan memadamkan api.
"Need Urgent #Relawan #Pemadam #Merbabu mau gabung silahkan mention/sms ke 089621264888 u/ koordinasi lebih lanjut @infobencana," cuit Purpala Indonesia di @purpalaofficial.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
BPPTKG memastikan kebakaran yang terjadi di Merbabu dan Merapi bukan karena aktivitas vulkanik. "Status aktivitas merapi normal," bunyi cuitnya.
Api diperkirakan mulai merambat pada pukul 12.00 WIB. Faktor kemarau panjang menjadi pemicu kebakaran. Meski begitu, BPBD belum bisa menyimpulkan apa penyebab kebakaran ini.
Keterangan awal, titik awal api terlihat pertama kali dari Dukuh Suwanting, Magelang, jalur pendakian baru. Api mulai menjalar pada Rabu, 19 Agustus, siang. Warga berupaya memadamkan api, namun tak bisa. Api lantas menyambar area savana dan puncak.
Hingga kini api yang belum dapat dipadamkan terdapat di puncak trianggulasi dan kenteng songo. Tim pemadam pun membuat parit-parit supaya api tidak merambat turun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
