"Kami meminta kepada Presiden, barangkali sungai yang masih harus diseberangi warga dengan getek (rakit atau perahu penyeberangan) sampai sekarang, bisa dibuatkan jembatan," ujar Juliyatmono di hadapan Presiden Jokowi, Kamis (7/7/2016).
Juliyatmono mengatakan, pembangunan jembatan itu diperlukan guna mempermudah akses Kecamatan Gondangrejo menuju Kecamatan Kebakkramat. Nantinya, jembatan itu akan dinamai Jalan Ir Joko Widodo.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Kragan Widada. Dia mengatakan, hingga saat ini warga harus menggunakan getek untuk menyeberangi sungai di dua kecamatan itu.
"Warga kalau ke pasar harus naik getek. Jika jembatan jadi itu akan membantu akses warga terutama dalam perekonomian dan pemerintahan. Karena tentu saja jembatan itu menjadi akses ke kabupaten (Karanganyar)," kata Widada.
Widada mengatakan, warga bisa saja menggunakan jalur darat menuju Kebakkramat. Namun perjalan akan menempuh puluhan kilometer. Dia mengaku sudah mengusulkan pembangunan jembatan itu sejak 2006.
"(Tanpa getek) harus memutar sejauh 30 kilometer. Jembatan ini kalau bisa direalisasikan bisa memotong jarak tempuh hingga 12 kilometer," ujar dia.
Permintaan warga Kragan itu disambut Presiden Jokowi dengan tangan terbuka. Presiden mengaku akan meminta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengecek Sungai Bengawan Solo di kawasan Desa Kragan guna pembangunan jembatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(TTD)
