Cuplikan layar tampilan laman Polresjogja.com saat dikuasai peretas (cracker), Senin (18/7/2016). (Metrotvnews.com)
Cuplikan layar tampilan laman Polresjogja.com saat dikuasai peretas (cracker), Senin (18/7/2016). (Metrotvnews.com) (Ahmad Mustaqim)

Situs Diretas, Polisi Sebut Hanya Kerusakan Server

hacker
Ahmad Mustaqim • 21 Juli 2016 19:22
medcom.id, Yogyakarta: Tiga situs kepolisian di Yogyakarta, yakni Tribratanewsjogja.com, Polresjogja.com, dan Jogja.polri.go.id yang sempat error pada Senin 18 Juli lalu, murni diretas.
 
Hal itu didasarkan adanya perubahan tampilan situs ketika dibuka. Tampilan dari ketiga situs tersebut hanya blok hitam disertai sosok mengenakan topeng dan sejumlah tulisan, seperti "Why So Serious?", "Introduce a little anarchy, and everything becomes CHAOS",  "Great You've shown us how justice works, lalu Improve your brutality Sir", dan "We'reNotSeparatist".
 
Kepala Direktorat Sistem dan Sumber Daya Teknologi Universitas Gadjah Mada, Widyawan, menjelaskan kejadian yang menerpa situs aparat kepolisian itu termasuk serangan pada integritas. Maksudnya, tampilan berubah dari wujud aslinya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itu situsnya diserang. Deface atau muka webnya diubah. Isi informasinya sudah diubah," ujarnya saat dihubungi Metrotvnews.com, Kamis (21/7/2016).
 
Widyawan menjelaskan pihak yang melakukan deface memiliki cara untuk mengakses situs. Dalam melakukan deface, kata dia, pelaku bisa menghapus sejumlah isi situs namun tak bisa menghapus semua file.
 
"Kalau menghapus total berarti tak bisa melihat tampilan sama sekali," katanya.
 
Di samping melakukan deface, Widyawan menjelaskan, ada dua cara yang dilakukan pihak tertentu untuk mengganggu sebuah situs. Misalnya, membobol dokumen rahasia yang terdapat dalam situs dan mengganggu situs menjadi tak bisa diakses pada bagian tertentu.
 
Ketika dikonfirmasi, Kepala Bidang Humas Polda DIY, AKBP Anny Pudjiastuti membantah kalau situs kepolisian diretas. Menurutnya, tim yang dibentuk telah menelusuri sekaligus membenahinya.
 
"Tidak ada indikasi diretas. Sudah ditangani Kabid TI (Teknologi dan Informasi), hanya servernya yang rusak," ucapnya.
 

(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif