“Panduan BLSM menggunakan data 2011. Hingga saat ini belum ada verifikasi ulang. Maka, saya dengan tegas menolak realisasi BLSM dan juga Raskin (beras miskin),” kata Enthus, di Seminar dan Soft Launching Program Study S1 Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, di Auditorium Universitas panca Sakti (UPS) Tegal, Rabu (10/9/2015).
Ki Enthus yang akrab dengan sebutan Dalang Edan ini menyebut BLSM bukanlah program yang lahir dari pemerintahan yang murni. Namun, ada kepentingan politik yang menumpangi program tersebut.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
“Sebab kalau diprakarsai oleh pemerintah, pelaksanaannya tidak akan rumit dan kacau. Kenyataan yang terjadi warga miskin banyak yang tidak menerima. Sementara yang punya motor malah menerima. Makanya selama belum ada verifikasi data, saya akan tolak,” ujarnya.
PSKS merupakan program yang diluncurkan pemerintah pusat sebagai kompensasi dari kenaikan harga BBM.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
