"Jumlah kuota pengunjung Gunung Merapi setiap hari 500 orang. Sedangkan untuk hari besar seperti peringatan kemerdekaan Indonesia, tahun baru Hijriah dan tahun baru Masehi, kami batasi hingga 2.000 orang," ujar Pelaksana Balai TNGM, Tri Atmojo, melalui keterangan pers di Yogyakarta, Selasa (11/8/2015).
Batas pendakian tertinggi pun hanya diperbolehkan sampai Pasar Bubar. "Jalur resmi pendakian Merapi hanya satu, yaitu jalur Selo," tegas Tri.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Pembatasan ini diberlakukan demi alasan keselamatan dan kenyamanan pendaki. Sebab, kondisi tanah puncak Merapi labil dan rapuh.
Biasanya, banyak pendaki yang ingin merayakan kemerdekaan RI di Gunung Merapi. Mereka memanfaatkan momen kemerdekaan untuk melakukan upacara bendera di puncak gunung.
Pengelola Merapi semakin mewanti-wanti karena pagi tadi terjadi guguran batuan kecil di lereng Merapi. Guguran ini sempat menyebabkan gempa kecil di sekitarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
