Kondisi itu terlihat mulai dari perbatasan Kota Tegal dan Kabupaten Tegal, tepatnya di Kelurahan Dampyak Kecamatan Kramat, hingga Pasar Suradadi, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal.
Di sekitar Kelurahan Dampyak, penumpukan kendaraan terjadi karena ada dua SPBU di jalur tersebut. Namun, penumpukkan kendaraan tidak mengakibatkan kemacetan panjang.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Sedangkan di Pasar Suradadi, penumpukan kendaraan mencapai sekitar satu kilometer. Aktivitas penyeberang jalan menuju Pasar Suradadi mengakibatkan lalu lintas tersendat.
Kepala Regu Pos Pelayanan Pam Lebaran 1 depan Pasar Suradadi, Ipda Wahyudi mengatakan, penumpukan kendaraan terjadi pada pagi hari karena warga yang menyeberang jalan untuk berbelanja di Pasar Suradadi. Jika aktivitas pasar sudah selesai, jalan akan kembali normal.
"Tadi ada truk macet, sehingga kendaraan harus bergantian lewat. Kondisi rawan kemacetan di Pasar Suradadi pada pagi hari," katanya, Rabu, 21 Juni 2017.
Dia menyebutkan, volume kendaraan mulai meningkat sejak H-7 Lebaran. Kendaraan mayoritas dari luar kota seperti Jakarta, Bandung, Depok, Serpong, dan Bogor. Namun demikian, peningkatan kendaraan belum membuat pantura macet. Itu terjadi karena ada jalan tol Brebes-Pemalang, sehingga kosentrasi arus mudik terpecah.
"Semoga tidak ada kemacetan, karena telah dilakukan berbagai upaya agar lalu lintas tetap lancar," ucapnya.
Budi Anggoro, 38, salah satu pemudik dari Jakarta yang hendak menuju ke Weleri, Kendal mengaku perjalanan mudik di tahun ini lancar. Di sepanjang jalan dari Jakarta hingga ke Tegal, nyaris tidak ada kemacetan. Walaupun ada penumpukan kendaraan, itu karena pasar tumpah atau lampu merah.
"Perjalanan lancar, apalagi kalau lewat tol, waktunya lebih cepat ketimbang lewat pantura," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
