Sejumlah perwakilan keamanan dari AS selepas menggelar rapat pengamanan kedatangan Barack Obama, MTVN - Ahmad Mustaqim
Sejumlah perwakilan keamanan dari AS selepas menggelar rapat pengamanan kedatangan Barack Obama, MTVN - Ahmad Mustaqim (Ahmad Mustaqim)

Agenda Obama di Yogya Masih belum Jelas

barack obama
Ahmad Mustaqim • 27 Juni 2017 14:11
medcom.id, Yogyakarta: Presiden ke 44 Amerika Serikat, Barack Obama bakal ke Yogyakarta usai berlibur di Bali. Obama diperkirakan berada di Yogyakarta pada 28-30 Juni 2017. 
 
Jajaran aparat, Pemerintah DI Yogyakarta, dan perwakilan keamanan AS telah menggelar rapat persiapan pengamanan di Korem 072 Pamungkas Yogyakarta pada Selasa 27 Juni 2017. Meski telah menggelar rapat, agenda kedatangan dan lokasi kunjungan Obama di Yogyakarta belum bisa dipastikan. 
 
"(Rapat) tidak dibahas detail, menyesuaikan rencana Obama sendiri," ujar Damrem 072 Pamungkas, Brigjen TNI Fajar Setyawan usai menggelar rapat. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejumlah jajaran aparat kepolisian; meliputi Polres Sleman, Polda DIY, dan Polres Magelang Jateng; pemerintah DIY; dan perwakilan keamanan dari AS terlihat selesai rapat. Rapat berlangsung lebih dari tiga jam. 
 
Fajar mengatakan lokasi yang bakal dikunjungi masih belum pasti. Ia mengatakan lokasi tujuan Obama di Yogyakarta masih menunggu dari kementerian terkait. 
 
Informasi yang sempat diterima, Obama bakal mengunjungi Candi Prambanan, Candi Borobudur, dan Tebing Breksi. "Menyesuaikan dimanapun lokasi yang akan dikunjungi. Hampir semua titik wisata harus kita tempatkan (pasukan)," ujarnya. 
 
Ia mengungkapkan pasukan yang akan dikerahkan untuk pengamanan selama Obama di Yogya akan disesuaikan. Aturan pengamanan Obama selama di Yogya memadukan dengan aturan pengamanan dari aparat AS. 
 
"Intinya menjamin keamanan. Ada prosedur untuk adanya menghindari gangguan," kata Fajar. 
 
Kepala Satuan Brigade Mobil Polda DIY, Komisaris Besar Dadang Raharja menambahkan pengamanan Obama akan dilakukan dengan sistem terbuka dan tertutup. Pengamanan terbuka dengan pasukan berpakaian dinas serta pengamanan tertutup dengan pakaian preman. 
 
Selain itu, pengamanan juga menyertakan tim penjinak bahan peledak dan sniper. "Adalah pasti (sistem pengamanan) semuanya," ujarnya. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif