medcom.id, Solo: Puluhan pedagang kaki lima (PKL) Jalan Kolonel Sutarto, menggeruduk Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu (11/1/2017). Mereka memprotes kebijakan pembatasan jam operasional PKL.
Puluhan pedagang mulai aksinya dengan berkumpul di Bundaran Gladag sebelum menuju balai kota. Mereka membawa sejumlah spanduk dan poster bertulis 'PKL Butuh Dibina Bukan Dibinasakan', 'Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia' dan 'Dodolan Awan Dilarang, Anak Bojo Ora Mangan'.
Massa aksi kemudian berjalan menuju Balai Kota Solo. Di Balai Kota, bergantian mereka berorasi. Massa menuntut pemerintah mencabut larangan PKL Jalan Kolonel Sutarto beroperasi pada siang hari.
"Satu bulan lalu, kami dikumpulkan oleh pemerintah. Kaitannya sosialisasi pengembalian seluruh fasilitas publik ke fungsinya. Termasuk trotoar Jalan Kolonel Sutarto," ungkap koordinator lapangan aksi, Sri Asih.
Pemkot Solo, lanjutnya, lalu menerapkan larangan PKL Jalan Kolonel Sutarto berjualan pagi hingga siang hari. "Kami hanya diperbolehkan berjualan mulai pukul 17.00 WIB hingga 05.00 WIB pagi," kata dia.
Oleh para PKL, aturan itu dirasa sangat memberatkan. “Kami mendapatkan rezeki dari berjualan pada siang hari. Kalau disuruh jualan sore tidak ada pembeli,” imbuh Sri.
Pemkot menawarkan solusi PKL menempati Pasar Panggungrejo dan Pasar Pucangsawit. Namun PKL menilai lokasi tersebut tidak representatif dan sepi pembeli.
Kepala Dinas Perdagangan Subagiyo mengatakan aturan Pemkot Solo untuk jam operasional maupun alternatif pindah lokasi sudah diputuskan secara matang. “Sudah aturan seperti itu, ya, harus dilaksanakan,” ungkap dia.
Sedangkan Kepala Satpol PP Sutardjo mengemukakan telah melayangkan Surat Peringatan I bagi PKL Jalan Kolonel Sutarto. “Kalau masih nekat akan kami berikan SP II, SP III dan akan kami tindak tegas,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
