Cucu menantu Yu Djum, Oky Sasongko, menjelaskan beberapa tahun terakhir, kesehatan Yu Djum terus menurun. Yu Djum sering keluar masuk rumah sakit karena berbagai penyakit.
"Minggu lalu beliau mengeluh sakit di perut. Pinggangnya panas. Lalu keluarga membawa ke RS Bethesda Jumat lalu," jelasnya di rumah duka di Jalan Kaliurang KM 4,5 Kelurahan Karangasem, Kecamatan Depok, Sleman, Selasa (15/11/2016).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Tak beberapa lama kemudian ibu empat anak itu meninggal dunia karena komplikasi penyakit, salah satunya infeksi saluran pencernaan.
Baca: Pengusaha Gudeg Yu Djum Tutup Usia
Berita kematiannya membawa kabar duka bagi kerabat dan seluruh warga Yogyakarta. Pantauan Metrotvnews.com, puluhan karangan bunga nampak di gang depan rumah duka. Para penjual gudeg pun turut melayat.

Salah satu gerai Gudeg Yu Djum di Yogyakarta. Foto: gudegyudjumpusat.com
Pihak keluarga menutup sementara semua gerai Gudeg Yu Djum selama 7 hari. "Ke-10 gerai Yu Djum ditutup sebagai bentuk penghormatan atas jasa beliau," ujar dia.
Jenazah Djuwariyah Darmosuwarno akan dimakamkam di TPU keluarga di Karangmalang. Liang kuburnya akan diletakkan di sebelah kuburan ibunya.
Yu Djum meninggalkan empat anak, 12 cucu, serta puluhan cicit. Ia adalah anak pertama dari lima bersaudara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
