Di dalam perahu kanonya terdapat peralatan navigasi dan logistik seperti peta, GPS, kompas, kamera dokumentasi, makanan, jas hujan, obat-obatan, dan dokumen pribadi. Di setiap daerah yang ia singgahi penduduk setempat sering memberi perbekalan.
"Seperti di Lampung, saya diberi gorengan. Meski pertama merasakannya, ternyata enak dan renyah. Orang Indonesia ramah dan terbuka sekali bagi orang-orang seperti kami," ujarnya, Selasa (12/4/2016).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Kepada Metrotvnews.com, pria kelahiran Sydney ini menuturkan jika dirinya sudah berlayar dari Singapura pada 14 Februari lalu. Allan menargetkan tiba di Australia pada akhir 2016.
"Setelah perjalanan sejauh 40-50 kilometer saya bisanya beristirahat. Entah di pesisir pantai atau muara pantai. Jika ada perkampungan warga, saya akan singgah sehari untuk istirahat dan menyiapkan perbekalan untuk perjalanan selanjutnya," kata Allan yang tidak bisa berbahasa Indonesia.
Dalam keseharian, Allan tidak banyak berkomunikasi dengan warga setempat saat singgah. Selain terkendala bahasa ia lebih banyak menggunakan waktu singgahnya untuk istirahat dan mempersiapkan diri kembali berlayar keesokan hari.
Tidak banyak warga yang mengetahui kedatangan Allan. Hanya beberapa warga setempat yang berjualan di sekitar pantai Marina. Mereka melihat ada hal aneh ketika Allan merapat ke bibir pantai dengan perahu kano berukuran dua meter. Sejumlah warga mengaku salut atas kegigihan Allan berkelana hanya berbekal perahu kano.
"Takjub. Saya pun tidak bisa melakukan hal seperti ini. Apalagi berkeliling hanya dengan perahu kecil," kata Prasetya, warga setempat.
Allan adalah mantan pekerja mekanik pesawat terbang sipil. Tujuannya berkano memang untuk pulang ke Australia. Namun, ia ingin singgah dulu di berbagai negara seperti Indonesia, Papua Nugini, dan beberapa negara lain. Ia sengaja berpetualang menggunakan perahu kano dalam perjalanan yang dianggap oleh sebagian orang sebagai pekerjaan yang berisiko dan gila.
Sebelum berangkat, Allan berkesempatan mencicipi dan membawa perbekalan makanan khas Semarang yakni lumpia yang diberikan awak media yang menyambanginya. Ia akan menuju kawasan Indonesia Timur sebelum menuju Australia. Beberapa warga juga sempat melepas keberangkatan Allan di tepi Pantai Marina sembari melambaikan tangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
