Meski begitu, SMP Al Hidayah Kendal membantah siswinya ikut terjaring dalam razia Satpol PP di Stadion Kebondalem, kemarin. Melalui Guru Bimbingan Konseling, Misbahul Munir kepada sejumlah wartawan, Selasa (19/1/2016) mengatakan, tidak ada siswanya yang disebut dalam pemberitaaan ikut terjaring razia Satpol PP.
“Setelah ditelusuri nama Dewi tidak ada di SMP Al Hidayah, dan saat pihak sekolah mengkonfirmasi ke Satpol PP bahwa yang terjaring razia bukan berasal dari sekolahnya,” katanya.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Menurut Munir, saat meminta data dari Satpol PP yang terjaring berasal dari sekolah lain. “Jadi bukan dari SMP Al Hidayah Kendal karena pihak sekolah sudah melakukan pengawasan ketat terhadap siswanya baik di sekolah maupun di luar sekolah,” imbuh Munir.
Ditambahkan, mengantisipasi pergaulan yang tidak baik sekolah menerapkan pengembangan karakter dan kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti seluruh siswanya. Sekolah juga meminta pihak keluarga ikut melakukan pengawasan kepada anaknya.
Padahal, saat ditangkap kemarin, DW mengaku siswi SMP Al Hidayah, Kendal. Namun, dia mengelak turut pesta minuman keras. "Saya diajak JK, namun di belakang stadion sudah pada mabuk-mabukan. Tapi saya belum minum, baunya enggak enak," kata DW.
Kepala Satpol PP Kendal, Toni Aribowo mengatakan razia penyakit masyarakat ini setelah ada laporan banyak pelajar yang keluyuran saat jam sekolah. “Saat disisir di wilayah Stadion terbukti ada pelajar yang membolos dan pesta minuman keras. Petugas berhasil mengamankan belasan plastik miras oplosan bekas bungkus obat batuk dan dua botol miras,” jelas Toni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
