Ilustrasi. Vandalisme. Foto: Medcom.id/Dhaifurrakhman Abas
Ilustrasi. Vandalisme. Foto: Medcom.id/Dhaifurrakhman Abas (Antara)

Jembatan Cagar Budaya di Sleman Jadi Sasaran Vandalisme

cagar budaya
Antara • 09 Juli 2019 10:01
Sleman: Bangunan cagar budaya (BCB) berupa bekas jembatan perlintasan kereta api di atas aliran Sungai Bedog, Pangukan di Desa Tridadi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi sasaran pelaku aksi vandalisme. Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman Aji Wulantara mengungkap, kondisi Jembatan Pangkuan saat ini penuh dengan coretan. 
 
"Jembatan diresmikan Gubernur DIY Sri Sultan HB X sebagai BCB pada 2008, padahal baru selesai dicat ulang," kata Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman Aji Wulantara di Sleman, Selasa, 9 Juli 2019.
 
Dia mengungkap bagian bangunan yang menjadi sasaran vandalisme di antaranya bagian tiang penyangga di sisi barat maupun timur. Jembatan Pangukan atau Bedog menjadi salah satu bangunan warisan budaya Indonesia. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat ini bangunan Jembatan Pangukan masih tampak utuh. Potongan rel masih terpasang di jembatan, lengkap dengan bantalannya.
 
Jembatan ini menjadi satu-satunya jembatan di Indonesia yang menggunakan sistem roll dan engsel yang dibuat Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).
 
Jembatan Pangukan dibangun dari lempengan dan batang-batang besi baja yang disambung dengan sistem mur, baut, dan las. Panjang rangka jembatan sekitar 30 meter dan lebar jembatan sekitar 2,5 meter. 
 
Jembatan membentang di atas Sungai Bedog pada ketinggian sekitar 20 meter. Aji menambahkan, keberadaan cagar budaya harus diayomi, karena merupakan bagian dari sejarah. Adanya vandalisme sangat mengganggu dan merusak.
 
"Lokasi Jembatan Pangukan yang ada di daerah pinggiran merangsang orang untuk berbuat jahil. Masyarakat diharapkan ikut berperan aktif," jelasnya.
 
Aji mengatakan pihaknya segera membersihkan BCB Jembatan Pangukan dari coretan-coretan vandalisme. Dia mengaku pihaknya akan memasang lampu di sekitar jembatan. 
 
"Nanti juga dipasangi lampu yang lebih terang dan juga papan peringatan," jelasnya. 
 
Ia menegaskan pelaku vandalisme cagar budaya dapat dikenakan hukuman berat. Sebab perbuatan itu termasuk merusak. Aturan tertuang pada UU 11/2010 tentang Cagar Budaya di Pasal 105.
 
"Hukuman bisa sampai 15 tahun penjara dan denda paling sedikit Rp500 juta, paling banyak Rp5 miliar," ungkapnya. 
 
Dia menerangkan, kondisi cagar budaya di Sleman cukup baik. Masyarakat diminta untuk turut menjaga cagar budaya.
 
"Bisa dengan memberi peringatan sebagai upaya pencegahan," tandasnya.
 

(LDS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif