Masyarakat Kulonprogo melakukan doa bersama di halaman Gedung Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Yogyakarta. Foto/Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim
Masyarakat Kulonprogo melakukan doa bersama di halaman Gedung Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Yogyakarta. Foto/Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim (Ahmad Mustaqim)

Menangi Gugatan, Air Mata Warga Pecah di Halaman PTUN Yogyakarta

pengadilan
Ahmad Mustaqim • 23 Juni 2015 17:10
medcom.id, Yogyakarta: Air mata masyarakat Kulonprogo, Yogyakarta, yang tergabung dalam paguyuban warga Wahana Tri Tunggal (WTT) tumpah di halaman Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Yogyakarta, Banguntapan, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (23/6/2015).
 
Mereka menangis setelah Hakim Ketua Indah Triharyanti dalam persidangan di PTUN Yogyakarta mengabulkan gugatan pembatalan surat keputusan Izin Penetapan Lahan (IPL) pembangunan Bandara Kulonprogo atas nama Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengkubuwono X.
 
Pantauan Metrotvnews.com, tak lama setelah putusan atau sekitar pukul 13.00 WIB, ratusan warga berkumpul di halaman PTUN Yogyakarta dan melakukan sujud syukur disertai tumpahan air mata. Mereka seolah tak menghiraukan terik panas kemarau sinar matahari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah melakukan sujud syukur, mereka menengadahkan tangan dan berdoa bersama-sama. Seorang laki-laki berkaos hitam-merah berpeci dan memegang pengeras suara tampak memimpin doa.
 
"Amin ya Allah, amin ya Allah, amin ya Allah, Ya rabbalalamin," begitu kalimat yang berulang kali terucap dari mulut warga sebagi ungkapan doa dan panjatan rasa syukur.
 
Setelah berdoa lebih dari 15 menit, mereka baru beranjak dari halaman Gedung PTUN Yogyakarta. Mereka kemudian meninggalkan gedung itu dengan menumpangi sekitar lima bus yang sudah disewa.
 

(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif