Bangku dipasang sebagai peringatan kerusakan pada jalan masuk Pelabuhan Jepara, MTVN - Rhobi Shani
Bangku dipasang sebagai peringatan kerusakan pada jalan masuk Pelabuhan Jepara, MTVN - Rhobi Shani (Rhobi Shani)

Jalan Masuk Pelabuhan Barang Jepara Membahayakan Pengendara

jalan rusak
Rhobi Shani • 02 Maret 2017 11:39
medcom.id, Jepara: Hanya sebagian jalan yang bisa digunakan menuju dermaga pelabuhan barang Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Sebab kondisi jalan membahayakan pengendara.
 
Pantauan Metrotvnews.com, Kamis 2 Maret 2017, sebagian badan jalan retak. Bahkan di beberapa titik, aspal menggantung tanpa tiang penyangga.
 
Jalan Masuk Pelabuhan Barang Jepara Membahayakan Pengendara
(Talut di pinggir dermaga Pelabuhan Jepara retak, MTVN - Rhobi Shani)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebuah tanda peringatan ditulis di talut depan jalan masuk. Bambu dilintangkan menutupi sebagian jalan.
 
Lalu lintas kendaraan masuk pelabuhan jadi terganggu. Pengendara harus mengantre untuk keluar masuk dermaga.
 
Kapal nelayan pun tak bisa bersandar. Sebab dinding dermaga rusak.
 
Kepala UPP Syahbandar Jepara Suripto mengatakan lebar jalan masuk dermaga yaitu delapan meter. Lebar jalan yang rusak yaitu lima meter. Sehingga lajur yang bisa dilintasi memiliki lebar hanya tiga meter. Selain itu, area sandaran kapal dan badan jalan menurun kurang lebih 10 Cm.
 
“Lantaran itu, kami terpaksa menutup separuh jalan karena kondisinya sudah membahayakan. Sudah separuh badan jalan yang menggantung. Otomatis aktivitas pelabuhan juga terganggu karena mobil harus bergantian,” ujar Suripto, Kamis 2 Maret 2017.
 
Jalan Masuk Pelabuhan Barang Jepara Membahayakan Pengendara
(Kondisi jalan di jalur masuk Pelabuhan Jepara, MTVN - Rhobi Shani)
 
Suripto mengaku tak bisa memperbaiki kondisi tersebut. Sebab pelabuhan tak memiliki anggaran hingga ratusan juta untuk memperbaiki jalan.
 
Ditambah lagi, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jepara tengah menormalisasi Kali Wiso. Proyek itu mempengaruhi kondisi jalan menuju dermaga.
 
“Semestinya kerusakan ini tanggung jawab dinas terkait dan rekanan yang melakukan normalisasi muara Kali Wiso karena proses pengerukan yang salah,” kata Suripto.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif