Kordinator pawai Nyoman Santiawan menjelaskan arak-arakan akan dilepas dari Kantor Dinas Pariwisata DIY dan berakhir di Titik Nol Kilometer. Panitia juga menyiapkan panggung besar di titik akhir rute pawai ogoh-ogoh.
"Sepanjang Jalan Malioboro akan ditutup dari pukul 13.00-17.00 WIB. Kalau Jalan KH Ahmad Dahlan dan Jalan Senopati di Titik Nol akan dibuka-tutup bergantian," ujar Nyoman dalam jumpa pers di Balaikota Yogyakarta, Kamis, 23 Maret 2017.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Pawai budaya ini akan diikuti sekitar 2.000 peserta dari berbagai latar belakang agama dan budaya. Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini, panitia mengajak mahasiswa dari berbagai suku di Indonesia.
Mereka diminta menari atau berpakaian adat asal daerahnya dalam pawai.
"Ogoh-ogoh akan berbentuk buta, hewan, dan raksasa. Mahasiswa kami minta gabung supaya ada pembelajaran budaya dan seni dari seluruh daerah di Indonesia," pungkas Nyoman.
I Wayan Werdhi Yasa Sekrtaris Parisade Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Yogyakarta mengatakan melalui pawai budaya, umat Hindu di Yogyakarta menyampaikan pesan agar umat beragama di seluruh Indonesia bisa tetap menjaga kerukunan dan keharmonisan. Hal ini sesuai dengan tema yang diusung pada perayaan Nyepi di Yogyakarta tahun ini yakni Harmomni dalam Kebhinekaan.
Sebelum diarak di Jalan Malioboro, ke 22 ogoh-ogoh juga akan diarak dari Jalan Monjali hingga perempatan Jembatan Sardjito, Kabupaten Sleman. Panitia sudah berkordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan buka tutup sepanjang jalan Monjali mulai pukul 12.00-15.00 WIB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
