Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.
Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal. (Ahmad Mustaqim)

Bupati Kulon Progo Sindir Kemendikbud Soal PPDB

PPDB 2019
Ahmad Mustaqim • 26 Juni 2019 13:13
Kulon Progo: Bupati Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Hasto Wardoyo meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuat aturan yang mudah diterapkan daerah, utamanya tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
 
Hasto mengajak Kemendikbud dan jajaran pemerintah mencermati masalah lokal di setiap daerah sebelum membuat keputusan.
 
"Artinya (membuat) kebijakan yang agak bisa diterjemahkan di daerah. Menyeragamkan negara yang beda atau majemuk ini tidak mudah. Kalau berat harus dilakukan bertahap. Harapan saya mudah-mudahan (masalah PPDB) segera ada solusinya," kata saat dihubungi Medcom.id, Rabu, 26 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hasto menjelaskan tak etis pejabat di kementerian melempar tanggung jawab persoalan PPDB hanya ke pemerintah daerah. Sebab, kondisi di setiap daerah tak bisa disamakan.
 
"Saya agak tergelitik (komentar Kemendikbud). Ada komentar soal itu. Ada statement pemerintah (daerah) gak jelas. Reaksi ini (masalah PPDB di daerah) muncul spontan dari masyarakat. Bukan atas artifisial pemerintah daerah," jelas Hasto.
 
Hasto menyebut ada banyak faktor penyebab munculnya masalah PPDB di berbagai daerah. Hasto mencontohkan, di satu wilayah lebih banyak sekolah swasta dibanding sekolah negeri.
 
Kemudian masyarakat cenderung memilih sekolah swasta karena dinilai lebih baik secara kualitas. Menurut dia, hal itu salah satu kasus yang di luar prediksi.
 
Menurut Hasto para pemangku kepentingan lebih baik melihat secara riil masalah yang ada di setiap daerah. Terkadang situasi di tengah masyarakat berbeda dengan teori.
 
"Lalu ada sekolah favorit dan tidak. Ada juga animo (di suatu sekolah) yang tidak zonasi tidak dapat siswa, kalau zonasi dapat siswa. Itu kan masing-masing situasi wilayahnya beda. Munculnya reaksi itu dari situasional beda yang sangat spontan dan tak bisa dibendung," pungkas Hasto.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif