Usai berdoa, lima pemuka agama bersama-sama melepaskan burung merpati sebagai simbol persatuan dan kesatuan. HUT ke-7 SCFD memang mengangkat tema 'Merajut Semangat Kebersamaan dalam Kebhinekaan'. Tema ini dipilih dengan tujuan agar masyarakat Solo mampu menghayati keberagaman sebagai suatu kekuatan.
Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan, SCFD yang diselenggarakan setiap Minggu pagi adalah miniatur Indonesia. "Di sini semua orang berkumpul. Membaur menjadi satu tanpa membedakan suku, ras, agama. Semangat kerukunan di CFD ini harus dibawa dan diteladani pada jangkauan yang lebih luas," kata dia di Solo, Jawa Tengah, Minggu 21 Mei 2017.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
HUT ke-7 SCFD juga diramaikan aneka kesenian, mulai dari reog, tari tradisional, hingga hadrah.
Tujuh tahun lalu, SCFD pertama kali dilaksanakan pada era pemerintahan Joko Widodo. SCFD bukan hanya menjadi wadah silaturahmi dan aktualisasi warga Solo, namun juga mampu menggerakkan perekonomian setempat.
Dari awal dialksanakan, SCFD menghidupi 30 Pedagang Kaki Lima (PKL). Kini, telah berkembang hingga mencapai ribuan PKL.
Pemerintah Kota Solo beserta stakeholder terus berupaya membuat SCFD bebas sampah. Salah satunya dengan pengadaan road sweeper atau mobil penyapu jalan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(NIN)
