NEWSTICKER
Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.
Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal. (Ahmad Mustaqim)

Pendaftaran Sekolah Swasta di Sleman Diperpanjang

PPDB 2019
Ahmad Mustaqim • 05 Juli 2019 14:11
Sleman: Dinas Pendidikan Sleman akan mengubah sejumlah kebijakan proses Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Sekolah Menangah Pertama (SMP). Hal ini menyusul bermasalahnya sistem PPDB yang digunakan Dinas Pendidikan Sleman.
 
Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Sri Wantini mengatakan jika lembaganya meminta kepada sekolah tingkat SMP/MTs swasta agar memperpanjang masa PPDB. PPDB SMP/MTs swasta di Sleman sejatinya selesai pada Jumat, 5 Juli 2019. 
 
"Perpanjangan pendaftaran untuk SMP swasta sampai hari Selasa (9 Juli 2019). Segera kami informasikan ke sekolah swasta. Hal ini belum kita informasikan soal perpanjangan waktu ini," kata Sri di kantor Dinas Pendidikan Sleman, Jumat, 5 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Proses PPDB SMP negeri di Sleman mengalami masalah dalam sistem perangkingan. Situasi ini membuat 260 pendaftar masih bermasalah. Jumlah pendaftar ini merupakan dua persen dari total pendaftar sebanyak 12.500. Kuota kursi SMP negeri di Sleman sebanyak 7.904. 
 
Saat ini Dinas Pendidikan Sleman tengah membahas masalah ini dengan 54 kepala SMP negeri. Para kepala sekolah ini telah diminta mengumpulkan data siswa yang diterima berdasarkan sistem zonasi.
 
Sri menjelaskan hasil penelusuran data pendaftar yang dibahas dengan pihak sekolah itu ditargetkan segera selesai. Hasil dari pembahasan itu akan diumumkan di masing-masing SMP negeri pada Sabtu, 6 Juli 2019.
 
"(Proses) pendataran ulang di SMP negeri yang seharusnya ditutup Jumat (5 Juli 2019), kami undur menjadi Sabtu dan Senin (6 dan 9 Juli 2019)," jelas Sri
 
Sambil menunggu perbaikan data tersebut, Dinas Pendidikan Sleman memberikan kesempatan SMP negeri yang ingin mengajukan kota penambahan jika diperlukan. Pengajuan kuota tambahan ini diizinkan selama tak melebihi jumlah kursi yang tersedia. 
 
"Penambahan kuota ini berkaitan jumlah siswa di dalam rombel (rombongan belajar). Kita petakan dulu berdasarkan penelusura data," pungkas Sri.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif