Massa menggelar aksi solidaritas untuk Baiq Nuril di depan Gedung DPRD Jawa Tengah. Medcom.id/Mustholih
Massa menggelar aksi solidaritas untuk Baiq Nuril di depan Gedung DPRD Jawa Tengah. Medcom.id/Mustholih (Mustholih)

Aksi dan Puisi dari Semarang untuk Baiq Nuril

pencemaran nama baik
Mustholih • 09 Juli 2019 14:10
Semarang: Massa dari Mochammad Herviano Foundation menggelar aksi solidaritas bagi Baiq Nuril di depan Gedung Dewan Perwakilan Rayat Daerah Jawa Tengah. Mereka menuntut Presiden Joko Widodo memberikan amnesti ke Baiq Nuril yang divonis 6 bulan penjara dan denda Rp500 juta.
 
"Tuntutan kita agar Presiden Jokowi sesegera mungkin memberi amnesti untuk Baiq Nuril. Karena sebelum didakwa melanggar UU ITE, dia membela diri. Posisi dia sebenarnya adalah korban," kata Koordinator Aksi dari MHF, Trisminah, saat memberikan keterangan kepada wartawan, Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 9 Juli 2019.
 
Baiq Nuril dinyatakan bersalah mentransmisikan konten asusila sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Trisminah menyebut vonis bersalah Baiq Nuril merupakan preseden buruk bagi iklim keadilan di Tanah Air.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kalau segera tidak disikapi, kasus Baiq Nuril dinilai berpotensi membawa dampak negatif bagi masyarakat. "Kasus ini akan bergulir di masyarakat dan membuat cacat lembaga peradilan Tanah Air. Kasus ini bisa menimpa perempuan lain dan membuat takut korban pelecehan seksual," ujar Trisminah menegaskan.
 
Baca: Nasib Baiq Nuril di Tangan Presiden Jokowi
 
Aksi solidaritas untuk Baiq Nuril ini diikuti puluhan peserta yang kebanyakan perempuan. Mereka menggelar aksi di depan Gedung DPRD Jateng pada pukul 10.00 hingga 11.00 WIB.
 
Di tengah-tengah aksi, Trisminah mempersembahkan sebuah puisi berjudul 'Hentikan Kekerasan Pada Perempuan' untuk Baiq Nuril. Dia mengaku prihatin dengan Mahkamah Agung yang menolak Peninjauan Kembali Baiq Nuril.
 
Aksi dan Puisi dari Semarang untuk Baiq Nuril
Puisi yang dibacakan di tengah aksi solidaritas untuk Baiq Nuril di depan Gedung DPRD Jawa Tengah. Medcom.id/Mustholih
 
"Puisi ini mewakili jeritan kaum perempuan yang merasa sakit hati karena PK Baiq Nuril ditolak MA," tegas Trisminah seraya menambahkan puisi yang dibacakannya itu merupakan karya Fadia Aryanti.
 
Baiq Nuril sendiri berencana mengajukan amnesti ke Presiden Joko Widodo Jumat, 12 Juli 2019. Baiq diputus bersalah menyebarluaskan rekaman dugaan asusila yang dilakukan Kepala Sekolah SMAN 7 Mataram.
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif