ilustrasi Medcom.id/ Rakhmat Riyandi.
ilustrasi Medcom.id/ Rakhmat Riyandi. (Mustholih)

Disdik Jateng Janji Mematuhi Revisi Zonasi

PPDB 2019
Mustholih • 26 Juni 2019 09:46
Semarang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan bakal patuh terhadap revisi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru 2019. Petunjuk teknis revisi zonasi yang tertuang dalam Peraturan Gubernur Jawa Tengah masih digodok.
 
"Jawa Tengah tetap patuh Permendikbud. Sedang berproses, semoga segera terbit Pergubnya. Nanti kita tindaklanjuti dengan juknis baru," kata Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Jumeri di Semarang, Rabu, 26 Juni 2019.
 
Meski patuh terhadap revisi Permendikbud, kata Jumeri, Pemprov Jateng juga berupaya mengakomodir berbagai keluhan masyarakat yang ingin memasukkan anaknya ke Sekolah Menengah Atas atau Sekolah Menengah Kejuruan Negeri favorit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Masih ada jalur prestasi. Jadi anak-anak berprestasi masih punya peluang masuk sekolah keinginannya," ungkap Jumeri.
 
Seperti diketahui sebelum Permendikbud direvisi, proses PPDB SMA dan SMK menggunakan 90 persen jalur zonasi, 5 persen jalur prestasi, dan 5 persen jalur perpindahan orang tua. Namun, karena menuai banyak protes, kuota itu diubah menjadi 80 persen jalur zonasi, 15 persen jalur prestasi, dan 5 persen tetap jalur perpindahan orang tua.
 
Jika berjalan sesuai rencana, pendaftaraan secara online PPDB tahun ajaran 2019/2020 SMA dan SMK Negeri berlangsung pada 1 hingga 5 Juli 2019. Namun, sebelum hari pendaftaraan dibuka, calon siswa diwajibkan menyerahkan berkas ke sekolah terdekat dan mengambil nomor token pada 24 hingga 28 Juni 2019.
 
Pemprov Jateng berkali-kali menegaskan tahun ini lebih siap menjalankan PPDB secara online. Untuk mengantisipasi lonjakan trafik, Pemerintah menyediakan 114 server dengan kapasitas jaringan 3G dan 536 perangkat keras komputer (CPU).
 
"Saat pendaftaran nanti, orang tua dan siswa tidak perlu lagi ke sekolah. Cukup melalui gadget, laptop, atau komputer di rumah. Tapi, kalau tidak tahu caranya, bisa datang ke sekolah terdekat atau Kantor Cabang Disdikbud," pungkas Jumeri.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif