Banjir mencapai ketinggian kurang lebuh satu meter. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Brebes Syamsul Qomar memberikan bantuan pada korban banjir.
"Sejak kemarin langsung mendirikan dapur umum di tempat yang tak jauh dari lokasi banjir. Semua kebutuhan logistik kami penuhi sampai kondisi sudah kondusif, " kata Qomar.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

(Dapur umum warga korban terdampak banjir di Brebes, MTVN - Kuntoro Tayubi)
Qomar memyebut beberapa bantuan berupa mi instan, ikan kemasan kaleng, dan selimut. Sementara Dinas Kesehatan dan PMI menyuplai obat-obatan.
Tempat evakuasi semula berada di SMK Farmasi, namun karena debit air meningkat warga yang mengungsi di pindahkan ke GOR Sasana Krida Adikarsa dan Gedung DPRD brebes, serta di tempat lain.
Berikut data jumlah warga terdampak banjir yang menghuni di posko:
1. GOR: 1075 jiwa
2. Pulosari: 850 jiwa
3. Wangandalem: 200 jiwa
4. Limbangan Kulon: 300 jiwa
5. Krasak: 260 jiwa
6. Terlangu: 300 jiwa
7. DPRD : 500 Jiwa
8. Lengkong: 1.350 jiwa
9. Oasis: 65 jiwa
10. Wisma Saditan: 30 Jiwa
11. Rumah tingkat Jalan Cemara Griya: 80 jiwa
"Sampai saat ini banjir diakibatkan oleh tanggul sungai pemali yang jebol dan meluapnya sungai Sigeleng yang melewati kelurahan Gandasuli. Untuk dapur umum dipusatkan di gedung Kwarcab Pramuka Brebes," pungkasnya.
Benteng kali pemali Brebes, Jawa Tengah, jebol akibat hujan deras yang mengguyur sejak Rabu malam, 15 Februari 2017. Akibatnya empat desa di tiga kecamatan terendam banjir. Ketinggian air mencapai 2 meter.
Warga Terlangu, Sarlan, menjelaskan dua tanggul utama kali pemali jebol di wilayah Kedungtukang dan Terlangu. Empat desa yang terendam di antaranya Desa Terlangu dan Pemaron Kecamatan Brebes, Desa Kedungtukang Kecamatan Jatibarang, dan Desa Lengkong Kecamatan Wanasari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
