Tidak untuk latihan menerbangkan pesawat, meliankan, tempat itu untuk buang hajat. Padahal, tidak jauh dari helikopter tersebut, terdapat kamar mandi umum. Namun, sebagian warga lebih memilih buang hajat di helikopter.
Yuliana, 39, warga RT 3 RW 4 Kelurahan Demaan mengaku sudah lebih dari 10 tahun bermukim di wilayah tersebut. Hingga saat ini, Yuliana belum memiliki WC di rumahnya. Keluarga Yuliana dan puluhan warga lainnya yang di rumahnya memiliki WC atau tidak, lebih memilih buang hajat di laut.
“Kalau saya memang tidak punya WC sendiri. Warga yang sudah punya WC di rumahnya juga masih menggunakan itu,” ujar Yuliana sembari menunjuk ke arah bilik yang biasa digunakan warga buang hajat, Selasa 14 Maret 2017.
Meski sudah ada kamar mandi umum, Yuliana melanjutkan, sejak dibangun tahun 2015 sampai saat ini dia belum pernah sekalipun menggunakan kamar mandi umum untuk keperluan buang hajat, mandi, maupun mencuci. Begitu juga dengan sejumlah warga lainnya.
“Kalau di WC umum, baunya itu lho. Kalau (buang hajat) di laut kan tidak ada baunya, karena kotoron langsung hilang,” kata Yuliana.
Hal senda juga diungkapkan Rohmat. Warga setempat yang bekerja sebagai nelayan itu belum pernah menggunakan kamar mandi umum. Sama seperti Yuliana, Rohmat lebih memilih buang hajat di laut ketimbang di kamar mandi umum.
“Kalau mau ke WC umum jauh. Buang air besar bayar Rp500, terus kalau mandi dan mencuci bayarnya Rp1.000,” kata Rohmat.
Rohmat dan Yuliana mengaku terpaksa buang hajat di laut. Sebab, mereka tak cukup biaya untuk membuat WC di rumah. Namun, mereka dijanjikan akan mendapat bantuan pembuatan WC di rumah masing-masing.
“Ya, sebetulnya dilarang (buang hajat di laut). Pak RT sudah menyampaikan itu, kemudian katanya mau dimintakan bantuan pembuatan WC bagi yang belum punya. Tapi sampai sekarang belum ada,” ungkap Rohmat.
Untuk membangun WC di atas laut, Rohmat menambahkan, warga iuran dan bergotong royong. Iuran setiap orang bisa mencapai Rp100 ribu. Itu untuk membeli kayu, bambu, tali, dan keperluan pembuatan 'helikopter' lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
