medcom.id, Brebes: Wasri, 31, tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Desa Kluwut RT 03/10, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, meninggal di negara tempatnya bekerja, Malaysia. Jenazah Wasri dikebumikan di tempat pemakaman umum setempat, Minggu, 28 Agustus. Kematian Wasri diduga tidak wajar, kelurga tidak yakin kematian Wasri lantaran terserang penyakit jantung.
Jerit tangis pecah saat jenazah Wasri tiba di rumah duka, Sabtu malam, 27 Agustus. Kepergian Wasri menggoreskan luka bagi keluarga. Sejak bekerja di Malaysia 2,5 tahun yang lalu, pihak keluarga mengaku hilang kontak. Ibu kandung Wasri, Durti, 50, tidak mengetahui pasti penyebab kematian korban. Meski informasi dari sponsor akibat penyakit jantung. Namun keluarga tidak yakin, apalagi korban tidak memiliki riwayat penyakit tersebut.
“Apalagi, jika menghitung waktu kematiannya masih dua hari, namun kondisinya sudah nyaris membusuk. Anak saya pulang tak bernyawa seperti mimpi,” ujarnya, Minggu (28/8/2016).
Wasri yang berstatus janda ini pergi ke Malaysia diduga akibat terbujuk rayuan oknum sponsor. Wasri diketahui memiliki empat anak, diantaranya Diana, 15, yang sudah bekerja di Jakarta, Wirningsih, 12, kelas 6 SD, yang ketiga Ayu Wulandari, 10, kelas 4 SD dan anak terakhir Riyadi, 4, yang masih balita.
Selama 2,5 tahun bekerja menjadi buruh migran, keluarga mengaku hilang kontak dengan Wasri. Dusri mengaku dipersulit dan merasa ditutup-tutupi oleh pihak sponsor jika ingin berkomunikasi dengan Wasri. Hingga kini, keluarga pun tidak mengetahui tempat kerja Wasri termasuk PJTKI yang memberangkatkannya.
"Selama anak saya di Malaysia hanya 3 kali bisa telepon, itupun sangat susah karena harus mencari calo yang mengantarkan ke Malaysia yang bisa menghubungi anaknya," jelasnya.
Tidak hanya soal komunikasi, pihak keluarga juga mengaku selama Wasri bekerja di Malaysia uang gaji Wasri tidak pernah sampai ke kampung halaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(LDS)
