Ilistrasi tempat kejadian, Ant
Ilistrasi tempat kejadian, Ant (Ahmad Mustaqim)

Mobil Tertabrak Kereta di Kulon Progo, Seorang Warga Tewas

kecelakaan kereta api
Ahmad Mustaqim • 12 Juli 2016 10:17
medcom.id, Kulon Progo: Sebuah mobil tertabrak dan terseret kereta api Bengawan di Dusun Ngulakan, Kulon Progo, DI Yogyakarta, pada Senin malam 11 Juli 2016. Seorang penumpang tewas di lokasi kejadian dan seorang pengendara kritis akibat kecelakaan tersebut.
 
Kapolres Kulon Progo AKBP Danang Djunaedi mengatakan peristiwa nahas bermula saat mobil bernomor polisi B 1634 YI hendak melintas perlintasan kereta tanpa palang pintu di Dusun Ngulakan sekira pukul 19.45 WIB kemarin. Di saat bersamaan, kereta api Jaka Tingkir jurusan Solo-Pasar Senen melintas. Pengendara mobil dapat menghindari tabrakan.
 
Namun dari arah sebaliknya, kereta api Bengawan jurusan Purwokerto-Purwosari meluncur. Pengemudi tak sempat menghindar sehingga tabrakan tak dapat dielakkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itu kan perlintasan ganda, setelah bisa melintasi perlintasan satu kemudian mesin mobil mati di perlintasan kedua dan akhirnya tertabrak," kata Nanang saat dihubungi Metrotvnews.com, Selasa (12/7/2016).
 
Nanang memperkirakan mobil tersebut terseret sejauh 250 hingga 300 meter. Mobil terseret dari Dusun Ngulakan hingga Dusun Sindon, Desa Hargorejo.
 
Suparno, 70 tahun, pengendara mobil, mengalami luka berat di bagian kepala dan dalam kondisi kritis. Suparno yang semula dirawat di RSUD Wates kemudian dirujuk ke RS Jogja Internasional Hospital (JIH) pada malam itu juga. 
 
Kejadian itu menewaskan Supardi, penumpang mobil. Petugas telah menyerahkan jenazah ke keluarga di Dusun Kliripan, Desa Hargorejo.
 
"Kami belum update kondisi korban yang kritis. Sepertinya masih berada di rumah sakit JIH," ujarnya.
 
Nanang mengungkapkan, proses evakuasi mobil mobil yang tertabrak kereta itu membutuhkan waktu selama empat jam. Pasalnya, mobil yang rusak di bagian depan itu sempat merusak bagian saluran angin kereta api dan mengakibatkan tidak bisa dilakukan pengereman. Di sisi lain, evakuasi tersebut juga mesti menunggu bantuan kendaraan lain untuk melakukan penarikan.
 
"Kereta kemudian didorong ke Stasiun Wates, sementara mobil dibawa ke Mako Polrea Kulon Progo," ujarnya.
 
Ia mengaku telah berkoordinasi dengan pihak perkeretaapian untuk meningkatkan penjagaan di perlintasan tanpa palang pintu. Nanang juga meminta para pengenda lebih meningkatkan kehati-hatian saat hendak melintasi rel kereta api.
 
"Kami telah berkoordinasi agar ada penjagaan intensif dalam situasi ramai arus mudik dan balik lebaran seperti ini. Pengendara harus lebih waspada, apalagi lokasi tanpa palang pintu sangat rawan kecelakaan," jelasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif