Sejumlah orang tua saat datang ke Dinas Pendidikan Sleman karena problem sistem PPDB SMP, Kamis, 4 Juli 2019. Medcom.id-Ahmad Mustaqim.
Sejumlah orang tua saat datang ke Dinas Pendidikan Sleman karena problem sistem PPDB SMP, Kamis, 4 Juli 2019. Medcom.id-Ahmad Mustaqim. (Ahmad Mustaqim)

Sistem Online PPDB SMP di Sleman Bermasalah

PPDB 2019
Ahmad Mustaqim • 04 Juli 2019 16:13
Sleman: Orang tua calon siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) cemas. Sistem online penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP mengalami masalah saat diakses para orang tua.
 
Agus Triyanto, 35, Warga Sendang Sari, mengatakan sudah mengakses sistem pendaftaran itu namun tiba-tiba berhenti. Saat memantau terakhir pada Rabu, 3 Juli 2019, anaknya yang bernama Ahnaf Rian Gifari masuk peringkat 120 dari kuota zonasi di SMP Negeri 1 Minggir sebanyak 174 kursi.
 
"Pas tengah malam dibuka, nama anak saya hilang dari daftar rangking dan daftar merah atau di luar rangking. Malah yang ada di daftar sekolah pilihan ketiga," kata Agus saat ditemui di kawasan Dinas Pendidikan Sleman, Kamis, 4 Juli 2019. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mengetahui situasi itu, Agus memutuskan datang ke Dinas Pendidikan Sleman. Sampai di sana, ia menemui petugas untuk menanyakan masalah yang dialami.
 
Menurut Agus, jika memang tak masuk di pilihan sekolah pertama harusnya masuk dipilihkan kedua. "Tadi ketemu dinas dilihat data terkini, dapat peringkat 147. Ada di pilihan pertama. Yang eror ternyata sistem onlinenya," jelas Agus.
 
Agus mengaku masih menanti pengumuman PPDB hasil zonasi yang diberikan siang ini. Agus berharap sistem yang lebih mudah semestinya disertai dengan prasarana yang baik, termasuk kualitas website. Dengan begitu, orang tua tak perlu mencari informasi dengan mendatangi dinas pendidikan.  
 
Sementara, Widianto, juga orang tua calon siswa di SMP negeri mengalami hal serupa. Sejumlah nama pendaftar, termasuk anaknya, juga hilang dari pilihan sekolah pertama. 
 
"Dari SMP suruh tanya ke dinas. Dari dinas akan dilakukan pemeriksaan kemudian nanti disuruh mengecek ke SMP lagi," kata Widianto.
 
Widianto mengaku memahami masih ada kemungkinan perubahan data di PPDB. Namun, situasi yang menghilangkan daftar dari pilihan pertama langsung ketiga itu membuat orang tua cemas. 
 
"Saya mohon sistem ini didukung dengan aplikasi yang tidak membingungkan. Sebenarnya online kan untuk menguntungkan masyarakat," ungkap Widianto.
 
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Sri Wantini mengakui adanya kendala dalam sistem perangkingan bagi pendaftar. Ia mengaku mengetahui adanya masalah sistem itu tadi malam. 
 
Akibatnya, rencana pengumuman yang dijadwalkan Kamis, 4 Juli 2019 pukul 10.00 WIB diundur menjadi sekitar pukul 13.00 WIB. "Hanya ada tiga (pendaftar) yang bermasalah dalam perangkingan. Kendala di sistem sudah teratasi," ungkap Sri.
 
Sri mengatakan Dinas Pendidikan sudah mengumumkan hasil PPDB di SMP negeri di Sleman. Pengumuman itu bisa dilihat di sekolah pilihan. 
 
"Lewat web juga kami umumkan. Dari sistem, 54 SMP negeri sudah terpenuhi. Namun, belum mendapatkan dari laporan di masing-masing sekolah. Saat ini masuk tahap proses pendaftaran ulang tanggal 4-5 Juli," pungkas Sri.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif