Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro. Medcom.id-Ahmad Mustaqim
Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro. Medcom.id-Ahmad Mustaqim (Ahmad Mustaqim)

Rencana Pengaktifan Jalur Kereta Yogya-Borobudur Terkendala

kereta api
Ahmad Mustaqim • 03 Juli 2019 09:33
Yogyakarta: Langkah pengaktifan jalur kereta api rute Yogyakarta-Borobudur Magelang, Jawa Tengah alami kendala. PT Kereta Api Indonesia (KAI) masih tetap mengupayakan pembangunan salah satu infrastruktur transportasi itu bisa terealisasi. 
 
Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro menjelaskan, proyek tersebut masih dal pengkajian. Menurut dia, jalur lama saat ini sudah berdiri banyak bangunan. 
 
Menurut dia perlu adanya solusi riil untuk membuka jalur lama apabila ingin dipakai. Sebab, keberadaan jalur kereta ini akan memudahkan akses wisatawan. "Ini (sedang) dipikirkan solusinya bagaimana," kata Edi di Loko Cafe Yogyakarta pada Selasa, 2 Juli 2019. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Edi mengatakan pengkajian itu masih dilakukan Direktorat Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian atas ide yang dicetuskan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi itu. Ia mengaku belum tahu pasti kapan akan selesai. 
 
Menurut dia, hasil pengkajian itu akan sekaligus mengetahui kebutuhan pembiayaan pengaktifan jalur kereta api itu. "Menurut saya angkutan massal dibutuhkan masyarakat untuk pergi-pulang," kata dia. 
 
PT KAI bersama Kementerian Perhubungan telah menyepakati pengaktifan jalur kereta api Yogyakarta-Borobudur. Kesepakatan itu bertujuan untuk memudahkan akses ke salah satu obyek tujuan wisatawan itu. 
 
Project Director I PT KAI, Yuris Wibawa pernah menyatakan total panjang pengaktifan rel sekitar 70 kilometer. Rel ini melintas dari Yogyakarta-Borobudur-Secang. 
 
Rute tersebut, kata dia, dimulai dari Stasiun Yogyakarta ke Secang sepanjang 55 kilometer. Sementara, jalur secang ke Borobudur sekitar lima kilometer. 
 
Menurut Yuris, rute sepanjang 70 kilometer sebagian rute lama dan ada yang baru. Adapun rute baru sepanjang 15 kilometer. 
 
"Nanti akan ada 11 stasiun yang dihidupkan lagi. Lalu ada pembangunan satu stasiun baru," ujarnya. 

 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif