Biksu membawa Bunga Sedap Malam memimpin umat mengelilingi kompleks Candi Sewu di detik-detik peringatan Waisak di Klaten Jawa tengah, Minggu (22/5/2016). Foto: Metrotvnews.com/Vicka
Biksu membawa Bunga Sedap Malam memimpin umat mengelilingi kompleks Candi Sewu di detik-detik peringatan Waisak di Klaten Jawa tengah, Minggu (22/5/2016). Foto: Metrotvnews.com/Vicka (Patricia Vicka)

Bunga Sedap Malam Warnai Detik-Detik Waisak di Candi Sewu

waisak
Patricia Vicka • 22 Mei 2016 17:21
medcom.id, Yogyakarta: Selain di Candi Borobudur, detik-detik peringatan Hari Raya Waisak 2560 Budhis Era (BE) juga dirayakan oleh umat Budha di Candi Sewu, Klaten, Jawa Tengah.
 
Ribuan umat Budha dari Jawa Tengah, Yogyakarta, dan sekitar memadati kompleks candi Budha terbesar kedua di Indonesia ini pada Sabtu malam 21 Mei hingga Minggu dinihari 22 Mei 2016.
 
Ribuan umat yang hadir turut membawa bunga sedap malam putih kekuningan. Bunga ini dibawa umat saat mengelilingi kompleks Candi sewu dalam prosesi pembukaan Pradaksina.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Prosesi Pradaksina dilakukan sebagai bentuk peringatan peristiwa Tri Suci Waisak yakni tiga peristiwa penting dan suci kehidupan sang Budha Gautama. Umat yang hadir mengelilingi Candi Sewu searah jarum jam satu kali dengan khidmat. Usai Pradaksina, umat melakukan prosesi Puja Bhakti yakni pembacaan kitab suci tripitaka yang dipimpin Upasaka Badra Dwipangkara.
 
Selesai itu, Upasaka Badra memberikan pencerahan dan mengingatkan umat Budha untuk bertransformasi mental dengan damai dan harmoni. Salah satunya dengan menyikapi perkembangan teknologi dengan ajaran dan kebijaksanaan Sang Budha.
 
"Di era sekarang umat Budha berada di tengah perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Manusia saat ini seakan tidak bisa lepas dari gadget. Teknologi bukannya memudahkan, malah mengikat," ujar Upasaka Badra di Candi Sewu Klaten, Jawa Tengah, Minggu (22/5/2016) dini hari.
 
Bunga Sedap Malam Warnai Detik-Detik Waisak di Candi Sewu
Suasana di malam Waisak
 
Upasaka Badra melanjutkan, pentingnya pola pikir yang benar dan bijaksana sesuai ajaran Budha dalam memahami perubahan. Rangkaian penutup detik-detik Waisak dilakukan dengan melakukan meditasi bersama. 
 
Sebelum meditasi, para Banthe Budha memercikkan air suci sebagai simbol pemberkahan kepada seluruh umat yang hadir.
 
Acara detik-detik perayaan Waisak turut dihadiri Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Budha Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Budha, Kementerian Agama, Paniran, dan Ketua Majelis Bidhayana Indonesia (MBI) Pusat, Piandi.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif