Foto jembatan penghubung antara dusun Sejeruk dan dusun Kedawung, Suwengan, Prapatan. Foto: MTVN/ Rhobi Shani.
Foto jembatan penghubung antara dusun Sejeruk dan dusun Kedawung, Suwengan, Prapatan. Foto: MTVN/ Rhobi Shani. (Rhobi Shani)

Warga Jepara Tempuh 10 Kilometer untuk Keluar Dusun

jembatan rubuh
Rhobi Shani • 01 Maret 2016 16:36
medcom.id, Jepara: Warga Desa Somosari, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, disulitkan akibat putusnya jembatan penghubung antar dusun. Robohnya jembatan diduga karena tidak kuat menampung debit air sungai yang disebabkan curah hujan tinggi.
 
Kepala Desa Somosari, Mustamir, mengatakan, jembatan yang menghubungkan dusun Sejeruk dan dusun Kedawung, Suwengan, Prapatan, merupakan jembatan satu-satunya di desa tersebut.
 
Untuk ke luar dusun, warga di tiga dusun harus melewati jalur perbukitan yang melewati desa Pancur Kecamatan Mayong. Jarak yang harus ditempuh lebih dari 10 kilometer.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Ada jalan lain tapi harus memutar lebih dari 10 kilometer melewati jalan perbukitan,” ujar Mustamir di Desa Somosari, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Selasa (1/3/2016).
 
Mustamir menjelaskan, hingga kini, jembatan sepanjang 22 meter dengan lebar 2,5 meter tersebut belum diperbaiki. Material longsoran masih teronggok di sungai. Namun perwakilan desa sudah melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kecamatan.
 
“Sudah kami laporkan ke Kecamatan sampai Kabupaten. Harapan kami jembatan bisa segera diperbaki,” harap Mustamir.
 
Selain mengakibatkan jembatan roboh, banjir juga merendam sawah milik warga dan membuat tanggul-tanggul saluran irigasi sawah rusak.
 
Semenentara itu, Kapolsek Batealit AKP Hendro Astro, menyatakan, pihaknya siap bekerjasama dengan instansi terkait dan masyarakat untuk memperbaiki sementara jembatan yang roboh. Itu dilakukan agar aktivitas warga kembali normal.
 
“Kami siap membantu untuk membangun jembatan kembali. Kepada masyarakat, saya himbau untuk selalu waspada ketika turun hujan lebat, mengingat wilayah Somosari sering terjadi longsor,” jelas Hendro.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif