Tsaqif dirawat intensif semenjak berada di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta. Kepala Bagian Humas dan Hukum RSUP Dr Sardjito, Trisno Heru Nugroho mengatakan Tsaqif datang di rumah sakit dalam kondisi koma.
"Ada pendarahan di kepala saat (Tsaqif) baru datang di rumah sakit," ujar Trisno saat ditemui di RSUP Dr Sardjito baru-baru ini.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Trisno mengisahkan, si bayi empat bulan itu mengalami trauma hebat akibat benturan di kepala. Saat awal sampai, rumah sakit menurunkan dokter ahli bedah saraf, ahli anak, hingga para perawat yang sudah ahli.
"Mereka (para dokter) berupaya maksimal menyelamatkan Tsaqif. 24 jam kami pantau Tsaqif," ungkap Trisno.
Hal yang tak terduga, lanjutnya, sang ibu yang telah almarhum, ternyata menyimpan ASI di dalam almari es. ASI itu kemudian menjadi asupan makanan Tsaqif yang dimasukan oleh dokter melalui selang ke dalam perut.
Dengan upaya keras dokter, kondisi Tsaqif perlahan membaik, kendatipun belum sadar. Sudah lebih dari sepekan si bocah balita dirawat. "Saat disentuh (Tsaqif) sudah merespon," ungkapnya.
Ia menyebutkan, tim dokter yang menangani Tsaqif sangat prihatin. Di usia belum genap setahun, si bocah harus mengalami luka hebat di kepala dan kehilangan kedua orang tuanya.
Para dokter berinisiatif menggalang bantuan bagi Tsaqif dan kakaknya, Wildan Aprila Triskanadifan, 12 tahun. Menurut Trisno, bantuan yang digalang setidaknya mencapai Rp120.879.209. "Tapi belum rekap total," ujarnya.
Rencananya, uang bantuan itu bakal diberikan untuk biaya kehidupan dua bocah itu. Sementara, biaya rumah sakit telah ditanggung Jasa Raharja dan BPJS. "Semoga bisa membantu," jelasnya.
Belum lama ini, Tsaqif si bocah malang mendapatkan perhatian dari Gubernur DIY, Sri Sultan HB X. Beberapa hari lalu, Raja Kraton Yogyakarta itu menjenguk langsung Tsaqif yang masih mendapat perawatan intensif.
Tsaqif dan dua orangtuanya tertabrak mobil di Jalan Magelang, Yogyakarta, 26 Desember 2016.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
