NEWSTICKER
Foto ilustrasi. (MI/Abdus Syukur)
Foto ilustrasi. (MI/Abdus Syukur) (Ahmad Mustaqim)

Bocoran Alokasi Pupuk Bersubsidi 2016 di DIY

pupuk subsidi
Ahmad Mustaqim • 29 Desember 2015 11:27
medcom.id, Yogyakarta: Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta belum menurunkan Peraturan Gubernur mengenai alokasi pupuk per kabupaten untuk tahun 2016. Padahal, aturan tersebut menjadi dasar distribusi pupuk ke kabupaten di tahun depan.
 
"Idealnya (pergub) terbit sebelum tahun ini selesai. Jika belum, itu yang bisa (membuat) terjadinya kelangkaan,” kata Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta, Djarod Margiantoro, Selasa (29/12/2015).
 
Djarot  menilai, pergub yang mengatur alokasi pupuk untuk setiap kabupaten tersebut perlu segera diterbitkan. Musababnya, antara bulan Maret dan April merupakan masa tanam kedua bagi para petani.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia berharap pergub bisa segera turun sebelum tahun 2015 berakhir. Jika pergub sudah turun, ia melanjutkan, akan segera diturunkan ke tingkat kabupaten agar kepala daerah masing-masing menindaklanjuti dengan mengeluarkan peraturan bupati (perbup).
 
“Jangan sampai (ada) keterlambatan yang disalahkan pemda. Ini mendesak betul, tak hanya penting,” tuturnya. 
 
Djarot mengaku sudah memiliki dokumen Rancangan Peraturan Gubernur terkait alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah untuk setiap kabupaten di DIY. Menurutnya, alokasi pupuk bersubsidi pada tahun 2016 lebih banyak dibanding tahun 2015.
 
Djarot menjelaskan stok pupuk bersubsidi tahun 2015 di gudang pemerintah sudah habis. Adanya, lanjut dia, hanya di gudang atau kios para pengecer pupuk yang langsung berhubungan dengan petani.
 
Menurutnya, kekurangan stok pupuk hampir terjadi di seluruh wilayah DIY. Untuk itu, pemerintah sudah mengajukan tambahan pupuk bersubsidi tersebut sebanyak 950 ton. Meskipun, yang mendapat persetujuan dan sudah turun hanya sebesar 500 ton.
 
Berikut ini alokasi pupuk bersubsidi dalam Rancangan Pergub DIY.
 
Kabupaten Kulon Progo:
 
- Urea (5.400 ton).
- SP36 (1.043 ton).
- ZA (3.053 ton).
- NPK (6.908 ton).
- Organik (3.673 ton)
 
Kabupaten Bantul
 
- Urea (11.170 ton).
- SP36 (1.130 ton).
- ZA (2.792 ton).
- NPK (6.634 ton).
- Organik (3.468 ton).
 
Kabupaten Gunungkidul:
 
- Urea (11.980 ton).
- SP36 (862 ton).
- ZA (958 ton).
- NPK (5.034 ton).
- Organik (1.480 ton).
 
Kabupaten Sleman:
 
- Urea (12.735 ton).
- SP36 (626 ton).
- ZA (2.938 ton)
- NPK (5.665 ton).
- Organik (4.234 ton).
 
Kota Yogyakarta
 
- Urea (25 ton).
- SP36 (9 ton).
- ZA (9 ton).
- NPK (9 ton).
- Organik (35 ton).
 
Adapun jumlah pupuk berdasarkan jenisnya yakni Urea (41.290 ton), SP36 (3.670 ton), ZA (9.750 ton), NPK (24.250 ton), dan Organik (12.890 ton). Total keseluruhan ada sebanyak 92.850 ton pupuk.
 

(SAN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif