Selain itu, kata Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jateng Bambang Sumardiono, pihaknya akan mengevaluasi petugas di eks Karesidenan Banyumas, Nusakambangan, dan Cilacap.
"Saya bersama Pak Direktur Kamtib (Keamanan dan Ketertiban Kemenkumham Sutrisman, red) hari ini akan mengadakan penguatan pengamanan dan evaluasi," katanya dikutip Antara, di Cilacap.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Ia mengakui jika saat ini areal bangunan di sejumlah lapas Pulau Nusakambangan bertambah untuk menambah kapasitas. Tetapi, kata dia, jumlah sumber daya manusia (SDM) yang bertugas di setiap lapas tidak bertambah.
"Hampir semua lapas di Nusakambangan (total tujuh unit, red) bertambah arealnya karena untuk menambah kapasitas, sedangkan SDM masih tetap segitu," katanya.
Kendati demikian, dia mengatakan pihaknya akan mengevaluasi sistem pengamanan di lapas dengan menambah teknologi pada titik-titik yang tidak terjangkau petugas.
Dua napi kasus narkotika atas nama M. Husein, 43, dan Syarjani Abdullah, 40, kabur dari Lapas Kelas I Batu, Pulau Nusakambangan, Cilacap, pada Sabtu (21/1/2017), sekitar pukul 14.00 WIB.
Dua napi yang baru dipindahkan dari Lapas Cirebon sekitar satu bulan itu, kabur dengan memanjat pagar di Pos 3 yang belum ada penjaganya.
Salah seorang napi kasus narkotika yang kabur itu, M. Husein merupakan mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka. Petugas gabungan sedang memburunya.
Sementara Syarjani Abdullah dapat ditangkap kembali oleh petugas gabungan pada Senin (30/1), pukul 21.45 WIB. Dia bersembunyi di atas plafon Masjid At-Taqwa, tidak jauh dari Lapas Batu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
