Bupati Jepara Ahmad Marzuqi - Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
Bupati Jepara Ahmad Marzuqi - Medcom.id/Candra Yuri Nuralam (Mustholih)

Bupati Jepara Sogok Hakim Agar Status Tersangka Batal

kasus suap kasus korupsi Kasus suap hakim
Mustholih • 02 Juli 2019 16:58
Semarang: Bupati nonaktif Jepara, Ahmad Marzuqi, didakwa memberi suap kepada Hakim Pengadilan Negeri Semarang, Lasito, uang Rp500 juta dan 16 ribu Dolar Amerika Serikat. Pemberian uang untuk membatalkan statusnya sebagai tersangka korupsi dana bantuan partai politik 2011-2012 di sidang gugatan praperadilan.
 
Jaksa penuntut umum, Ariawan Agustriartono mengatakan, Marzuqi sempat berkonsultasi dengan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jepara, Agus Sutisna, dan mantan Ketua Pengadilan Negeri Semarang, Purwono Edi Santoso terkait pengajuan praperadilan dirinya tersebut. 
 
"Terdakwa memberi hadiah atau janji yang bertujuan untuk memengaruhi putusan. Terdakwa sempat berkonsultasi dengan Agus Sutisna dan Purwono Edi Santoso tentang pengajuan permohonan praperadilan," kata Ariawan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 2 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Atas perbuatannya itu, Jaksa mendakwa Marzuqi dengan Pasal 6 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
 
Adapun kepada Hakim Lasito, Jaksa mendakwa yang bersangkutan menerima suap dari Marzuqi. Sidang dakwaan masing-masing terdakwa diselenggarakan secara bergantian.
 
Menurut Ariawan, dengan memberikan sejumlah uang, Marzuqi berniat mempengaruhi putusan pra-peradilan Hakim Lasito. "Pada 13 November 2017, terdakwa memutus permohonan praperadilan yang pada pokoknya mengabulkan permohonan pemohon," ujar Ariawan.
 
Atas perbuatannya itu, Jaksa mendakwa Lasito dengan Pasal 12 huruf c atau Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
 
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif