Banjir menggenangi hampir di seluruh bangunan sekolah, baik ruang kelas, ruang guru, musala, ruang UKS, dan toilet. Ketinggian banjir di halaman sekolah mencapai 20-30 cm, sedangkan di dalam kelas setinggi 5-10 cm.
Kepala SMP N 3 Tirto, Noriko Chandra Khaerani mengatakan, sekolah tersebut memang sudah menjadi langganan banjir, terutama rob. Sebelumnya, hanya halaman sekolah yang digenangi rob, namun karena hujan lebat yang terjadi pada Sabtu kemarin, membuat hampir semua ruangan digenangi banjir.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
“Dari 11 ruang kelas, hanya 1 ruangan yang tidak tergenang, karena sudah ditinggikan” katanya, Senin (19/09/2016).
Kendati demikian, tidak menyurutkan semangat siswa untuk mengerjakan soal-soal UTS di hari pertama, dengan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan PKn. Walaupun kata Noriko, siswa merasa terganggu dan kurang nyaman dengan kondisi tersebut.
“Jelas mengganggu aktivitas siswa yang sedang mengerjakan UTS. Mereka khawatir, kertas soal dan jawaban akan jatuh ke air. Selain itu, karena ada genangan air, siswa tidak menggunakan alas kaki, dan bisa mengakibatkan gatal-gatal,” tambahnya.
UTS akan dilaksanakan pada 19-24 September 2016. Di SMP N 3 Tirto, ada 298 siswa yang mengikuti UTS, kelas VII ada 57 siswa, kelas VIII ada 187 siswa, dan kelas IX ada 54 siswa.
“Alhamdulillah semua siswa dapat mengikuti UTS dan tidak ada yang izin. Kami berharap kepada Pemkab Pekalongan agar segera memberikan bantuan, misalkan dengan meninggikan bangunan sekolah atau membuat pagar keliling, agar tidak selalu kebanjiran,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
