Pawai ogoh-ogoh di Jalan Malioboro Yogyakarta tahun lalu. (ant/Regina Safitri)
Pawai ogoh-ogoh di Jalan Malioboro Yogyakarta tahun lalu. (ant/Regina Safitri) (Patricia Vicka)

Sebentar Lagi, 23 Ogoh-ogoh akan Melintas di Malioboro

hari raya nyepi
Patricia Vicka • 08 Maret 2016 14:35
medcom.id, Yogyakarta: Sehari jelang peringatan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1938, Kota Yogyakarta kembali mengadakan pawai ogoh-ogoh. Parade boneka raksasa itu akan dimulai sebentar lagi, yakni pukul 15.00 WIB, Selasa 8 Maret 2016. 
 
Tahun ini, pawai digelar di dua titik, di kawasan Malioboro, dan di kawasan perbatasan Sleman-Kota Yogya. Di Sleman, ogoh-ogoh akan melintasi petempatan Selokan Mataram Jalan Magelang ke selatan menuju batas Kabupaten Sleman, pukul 13:00 WIB.
 
Sedangkan di Yogya, rombongan akan berangkat dari Jalan Abu Bakar Ali pukul 15:00 WIB menuju Jalan Malioboro. Pawai mengambil titik akhir di Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta. "Jalan akan mulai ditutup pukul 15.00 WIB," kata Kasat Lantas Polresta Yogya Kompol Sugiyanta kepada Metrotvnews.com.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Beberapa ruas jalan yang ditutup antara lain, Jalan Abu Bakar Ali yang di Klengiran sampai pertigaan Pasar Kembang. Lalu, sepanjang Jalan Malioboro, Jalan Suryaatmajan dan KH Ahmad Dahlan. Sedangkan di Jalan Panembahan Senopati akan ditutup sampai lampu merah perempatan Gondokusuman.
 
Kantong parkir ada di parkiran portable Abu Bakar Ali. Lalu di sayap jalan kiri dan kanan Jalan Malioboro seperti Jalan Sosrowijayan, Jalan Perwakilan, Jalan Dagen dan lainnya.
 
Ketua Panitia Nyepi Tahun Saka 1938 DIY I Wayan Ordiyasa mengatakan akan ada 23 ogoh-ogoh yang bakal melintas. Pawai ini merupakan kali kedua.
 
Bedanya, pawai tahun lalu menempuh jarak yang lebih pendek. Yaitu, dari Kepatihan hingga Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY di Jalan Pangurakan. Jumlah peserta pawai pun lebih sedikit, 15 kelompok.
 
Sebanyak 23 ogoh-ogoh yang ditampilkan dalam pawai tahun ini memiliki beragam bentuk dan wujud. Namun akan didominasi bentuk raksasa atau buto dan hewan serta tumbuhan. Lima ogoh-ogoh akan melakukan atraksi di depan panggung utama.
 
"Ogoh-ogoh adalah perwujudan dari segala hal yang mengganggu sehingga harus dikembalikan agar tidak
mengganggu manusia," kata Wayan Ordiyasa seperti dilansir Antara.
 
Selain ogoh-ogoh, di dalam pawai juga akan ditampilkan dua gunungan, bergodo prajurit keraton, serta drumband dari Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(SAN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif