Bupati Enthus Susmono membuka panen raya padi di Tegal, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com /Kuntoro Tayubi)
Bupati Enthus Susmono membuka panen raya padi di Tegal, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com /Kuntoro Tayubi) (Kuntoro Tayubi)

Pupuk Organik Bikin Tegal Surplus Padi

padi panen padi petani
Kuntoro Tayubi • 05 Juli 2017 18:50
medcom.id, Tegal: Bupati Enthus Susmono mengajak seluruh petani di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, untuk menggunakan pupuk organik. Sebab, pupuk yang berasal dari non kimia itu, hasilnya lebih baik ketimbang dengan pupuk yang berbahan kimia.
 
"Hasilnya (panen padinya) sangat berbeda antara pupuk organik dengan pupuk kimia. Kalau organik, padinya lebih banyak dan cepat dipanen. Sedangkan kalau pupuk kimia, padinya lebih sedikit dan panennya lama," kata Enthus Susmono, dalam acara panen raya padi menuju Indonesia organik di areal pertanian Desa Bulakpacing, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, Rabu, 5 Juli 2017.
 
Menurut Enthus, sebenarnya pupuk organik sudah ada sejak lama di Indonesia. Tapi, pemerintah Indonesia meniru proses penanaman padi dari luar negeri yang menggunakan pupuk berbahan kimia. Sehingga para petani di Indonesia pun mengikutinya. Namun sekarang, pemerintah baru sadar bahwa pupuk kimia itu justru merusak tanah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pupuk organik itu sebenarnya pupuk kuno. Indonesia baru sadar, bahwa meniru luar negeri tidak selamanya baik," ucapnya.
 
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tegal Khofifah mengaku sedang mengembangkan penggunaan pupuk organik untuk tanaman padi di wilayah Kabupaten Tegal. Hal itu sesuai instruksi Presiden Jokowi dengan program Menuju Indonesia Organik. 
 
Saat ini, Khofifah mengaku melakukan percontohan pupuk organik di areal pertanian Desa Bulakpacing Kecamatan Dukuhwaru seluas 15 hektare.
 
"Hasil percontohannya sangat bagus. Ini menggunakan pupuk organik yang berasal dari Yayasan Jenderal Sudirman," ujarnya.
 
Menurut Khofifah, produksi padi di Kabupaten Tegal sudah sangat baik. Terbukti, pada 2016 lalu, hasil produksi mengalami surplus sebesar 82 ribu ton. Meski begitu, pihaknya akan terus meningkatkan hasil produksinya supaya dapat memenuhi target dari pemerintah pusat.
 
"Kita juga akan mengembangkan pupuk organik ini untuk tanaman lainnya," cetusnya.
 
Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Gatut Sumbogodjati yang hadir mewakili Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengapresiasi Pemkab Tegal yang telah sukses menggunakan pupuk organik meski belum 100 persen. Menurutnya, produksi padi di Kabupaten Tegal memang sudah bagus. Hal itu terbukti, pada 2016 lalu, produksi padi mengalami surplus. 
 
"Lahan di sini betul-betul dimanfaatkan secara optimal. Ini bagus sekali. Tidak perlu membeli dari daerah tetangga, bisa memenuhi sendiri. Malah bisa dilimpahkan untuk daerah tetangga," ujarnya.
 
Dia menjelaskan, saat ini pemerintah pusat sedang gencar tentang program pupuk organik. Bahkan, di tahun 2017 ini, pemerintah pusat telah mengalokasikan dana bantuan untuk 200 desa dengan luas lahan 4.000 hektare. Bantuan itu berupa benih dan pupuk organik yang diberikan kepada petani. 
 
"Setiap hektare akan mendapatkan bantuan sebesar Rp2,3 juta," imbuhnya. 
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif