KH Ahmad Ishomuddin (kedua dari kiri) dan Alissa Wahid (tengah) saat memproklamasikan gerakan antikorupsi pesantren di Yogyakarta. Foto: MTVN/Vicka
KH Ahmad Ishomuddin (kedua dari kiri) dan Alissa Wahid (tengah) saat memproklamasikan gerakan antikorupsi pesantren di Yogyakarta. Foto: MTVN/Vicka (Patricia Vicka)

Ulama Nusantara Bentuk Gerakan Pesantren Antikorupsi

antikorupsi
Patricia Vicka • 29 Juli 2015 17:53
medcom.id, Yogyakarta: Demi memberantas korupsi di Indonesia, ulama nusantara Nahdlatul Ulama membentuk gerakan antikorupsi berbasis pesantren.
 
Para kyai dan ulama akan menjadi ujung tombak NU memberikan pengetahuan mengenai korupsi dan pencegahannya kepada para santri dan masyarakat Indonesia.
 
"Kami berharap para ulama bisa memberi dasar pengetahuan soal korupsi, terutama yang berada di pesantren. Sehingga muncul upaya memberantas korupsi," ujar putri pertama almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Alissa Wahid, dalam acara Halaqah Nasional Alim Ulama, di Yogyakarta, Rabu (29/7/2015).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nantinya, para ulama dan kyai akan mengajarkan para santri mengenai bentuk-bentuk korupsi serta cara pencegahannya.
 
Para ulama berencana membuat materi antikorupsi untuk pendidikan para santri. Materi itu akan dimasukkan dalam kurikulum di pondok pesantren NU.
 
Rais Syuriyah PBNU, KH Ahmad Ishomuddin, mengatakan korupsi saat ini sudah merajalela dan mulai merusak sendi-sendi bangsa.
 
"Korupsi sudah berdampak buruk bagi bangsa Indonesia. Kami akan usulkan di Muktamar NU nanti dimasukkan materi antikorupsi dalam kurikulum pesantren," ucap Ishomudin.
 
Halaqah Nasional Alim Ulama diadakan selama tiga hari dari Senin-Rabu (27-29 Juli) di Yogyakarta. Acara ini dihadiri 25 ulama dari seluruh Indonesia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif