Pasien tengah mencoba pemeriksaan Mammografi digital microdose. (Foto: MTVN/Vicka)
Pasien tengah mencoba pemeriksaan Mammografi digital microdose. (Foto: MTVN/Vicka) (Patricia Vicka)

RS Sardjito Luncurkan Layanan Deteksi Dini Kanker Payudara

kanker
Patricia Vicka • 19 Februari 2016 13:13
medcom.id, Yogyakarta: Tren penderita kanker payudara pada wanita Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Data Kementerian Kesehatan RI menyebut, 45 persen jenis kanker sebagian besar diidap wanita selama 2015. Kanker payudara menduduki peringkat kedua sebagai kanker pembunuh wanita.
 
Sebagai bentuk kepedulian deteksi dini kanker, RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta meluncurkan layanan pendeteksi dini kanker dan kelainan payudara bernama Mammografi Digital Microdose.
 
"Terkadang sel kanker yang masih tahap awal tidak bisa dideteksi saat diraba. Tapi dengan alat ini kami bisa tahu adanya kelainan atau sel yang tumbuh di dalam payudara hingga kelenjar ketiak," ujar dr. Teguh Ariandono Spb Ontologi(K) saat launching Metode Mammografi di RSUP Sardjito Yogyakarta, Jumat (19/2/2016).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mammografi Digital Microdose adalah metode pemeriksaan payudara dengan menggunakan sinar X untuk melihat struktur anatomis payudara. Fungsinya untuk mendeteksi adanya kelainan pada payudara atau bibit sel kanker yang belum bisa teraba dari luar.
 
Jika sel kanker sudah terdeteksi dari awal diharapkan pasien bisa lebih cepat diobati dan disembuhkan. Penggunaan alat ini sangat mudah, dan hasilnya bisa cepat terlihat. Ahli radiologi dari Sardjito dr. Lina choridah, Sp rad (K) menjelaskan pasien yang hendak diperiksa harus memakai baju khusus dan diperiksa di ruangan khusus.
 
Payudara pasien akan dimasukkan ke dalam sebuah alat. Alat tersebut akan menekan payudara hingga kerapatan tertentu dan kemudian memfotonya.
 
"Alat ini akan memfoto sebanyak empat kali untuk mendapatkan foto payudara tampak atas, kiri, kanan dan bawah," jelasnya.
 
Untuk sekali periksa, hanya dibutuhkan waktu sekitar tiga menit. Hasil foto beserta penjelasan bisa didapatkan pasien paling lama sehari setelah pemeriksaan.
 
Kepala Bagian Hukum dan Humas RS Sardjito dr. Trisno Heru Nugroho mengatakan biaya untuk sekali pemeriksaan seharga Rp600 ribu. Bagi peserta BPJS, pihak rumah sakit akan membebaskan biaya pemeriksaan.
 
"Untuk peserta BPJS persyaratannya harus ada surat rujukan dari fasum setempat yang menyatakan ada indikasi benjolan atau tanda-tanda kanker," jelasnya.
 
Mamografi penting dilakukan agar para wanita tidak terlambat mengobati kanker. Sebagian besar pasien kanker di RS Sardjito baru mengetahui mengidap kanker saat sudah stadium lanjut.
 
Data terakhir RS Sardjito kunjungan pasien kanker payudara selama 2015 sebanyak 18.375 pasien. Jumlah ini meningkat 125 persen dibandingkan tahun 2012 yang berjumlah sekitar delapan ribuan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif