Air mancur berlokasi di Jalan Adi Sucipto, tepatnya di depan Stadion Manahan Solo. Sebuah kolam berada di tengah alun-alun Manahan.
Di bagian tengah, terdapat patung Ir Soekarno sedang membaca. Patung karya seniman Gunadi itu dikelilingi dengan air mancur.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Baca: Sosok di Balik Patung Soekarno Membaca di Solo
Kawasan itu menjadi ruang publik. Tak heran bila warga mendatangi kawasan itu pada pagi hingga malam hari.
Namun, sampah menjadi masalah di lokasi tersebut. Bahkan sampah menyumbat pipa. Sehingga air tak bisa menyembur.

(Patung Soekarno Membaca di tengah kolam air mancur di Plaza Senayan Solo, MTVN - Pythag Kurniati)
"Kendala mengoperasikan air mancur ini yaitu sampah. Beberapa kali pekerja menemukan sampah dibuang sembarangan dalam kolam air mancur,"kata Rico Widya Andaru, konsultan CV Pakar Semi, pengelola Plasa Manahan di Balai Kota Solo, Jumat 3 Februari 2017.
Beberapa sampah yang ditemukan beragam. Ada puntung rokok, kertas, hingga sampah plastik.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkot Solo Hasta Gunawan meminta pengunjung tak membuang sampah sembarangan. Meski petugas bersiaga, namun kesadaran warga untuk menjaga kebersihan lingkungan juga penting.
Apalagi, kata Hasta, Pemkot menganggarkan Rp1,5 miliar dari APBD 2017 untuk menambah dua kolam air mancur di kawasan Manahan. Anggaran itu juga untuk memperbaiki gazebo dan menambah area publik di kawasan tersebut.
"Nantinya tempat itu bisa dimanfaatkan untuk kegiatan seni, seperti misalnya main ketoprak (sandiwara tradisional Jawa),” pungkas Hasta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
