Kapolda Yogyakarta, Brigadir Jenderal Ahmad Dofiri mengatakan seluruh pelaku yang ditangkap masih berusia remaja. Mereka terbukti melakukan kekerasan dengan temuan dua celurit dan dua parang. Polisi juga menyita tiga unit sepeda motor.
"Ada dua kelompok berpapasan di jalan. Lalu salah satu kelompok ada yang teriak," kata Dofiri menjelaskan kronologi keributan, di Polresta Yogyakarta, siang tadi.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Saat berpapasan dan mendengar teriakan itu, ketujuh orang tersebut mengejar. Mereka membacok salah satu kelompok tersebut di dekat kantor Pemerintah Kota Yogyakarta. Satu orang tewas.
Menurutnya, pelaku kekerasan dimungkinkan lebih dari tujuh orang. Dari keterangan pelaku tertangkap, kata dia, indikasi para pelaku ada sembilan orang. "Dua orang masih dalam pengejaran," katanya.
Kapolresta Yogyakarta, Komisaris Besar Tommy Wibisono mengungkapkan ketujuh pelaku yang tertangkap masih berstatus pelajar di Yogyakarta. Namun, kata dia, mereka berbeda sekolah. Mulai dari pelajar SMP, SMA, dan homeschooling.
Menurut Tommy, pelaku berinisial SR, 17, memiliki peran sebagai eksekutor yang membacok korban. "SR ini berboncengan dengan AI," ujarnya.
Mereka adalah pelaku kekerasan pada Minggu, 12 Maret 2017. Kekerasan yang terjadi di dekat Kantor Pemerintah Kota Yogyakarta itu menewaskan seorang remaja usia pelajar bernama Ilham Bayu Fajar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
