Pada Jumat 21 Agustus, sedikitnya 10 karyawan enggan bekerja. Mereka khawatir menjadi korban bila pengeroyokan yang melukai Manajer Kampoeng Rawa Agus Sumarno menimpa para karyawan.
Pembina Koperasi Jasa Usaha Pariwisata (Kopjapari) Kampoeng Rawa Nurzubaedi menyayangkan ketakutan tersebut. Padahal, katanya, para karyawan membutuhkan pekerjaan untuk menghidupi kebutuhan mereka.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Nurzubaedi pun menyarankan warga yang melakukan kekerasan itu beberapa waktu lalu berdamai dengan perusahaan. Ia berharap kekerasan tak berujung pada penutupan Kampoeng Rawa.
"Kalau ditutup, sayang sekali karena pemberdayaan masyarakatnya sangat tinggi. Tapi kalau mau ditutup pemerintah, ya hanya bisa pasrah," ungkap Nurzubaedi, Jumat (21/08/2015).
Ia lalu meminta pengurus koperasi menata masalah keuangan yang menjadi alasan warga mengeroyok Agus Sumarno.
Nurzubaedi mengatakan operasional koperasi masih berjalan. Sekretaris dan bendahara masih bertugas.
"Sebab Ketua Koperasi (Agus Sumarno) sedang sakit," pungkasnya.
Pada Jumat 14 Agustus 2015, warga berbondong-bondong mendatangi Kampoen Rawa. Mereka berusaha menemui Agus Sumarno.
Warga kesal lantaran mereka tak menerima uang bagi hasil dari objek wisata tersebut. Mereka mengamuk dan mengakibatkan manajer Kampoeng Rawa, Agus Sumarno, dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
