"Sudah beberapa kali bertelur, tapi kok tak bertambah. Elang Jawa termasuk satwa yang sensitif," kata Kepala Balai TNGM, Edy Sutiarto, Senin (21/9/2015).
Edy menduga, karakter elang Jawa yang sensitif menjadi salah satu faktor tidak bertambahnya populasi. Belum lagi, potensi gagal menetas tinggi apabila ada kera yang mengambil telurnya.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Edy menjelaskan, Balai TNGM rutin memantau satwa itu. Setidaknya, dalam waktu satu minggu, pantauan dilakukan. Pemantauan itu dilakukan di setiap sarang elang melibatkan 25 orang. Selain pemantauan, mereka juga mencari keterangan dari warga jika ada yang melihat elang Jawa sedang keluar dari sarangnya.
"Hasil pengamatan, petugas menjumpai setidaknya tiga ekor elang Jawa, dua jantan dan satu betina. Jumlah ini menandakan kalau populasi elang Jawa belum bertambah sejak 2014," ujarnya.
Kendati hanya tiga ekor, Edy memastikan elang Jawa di lereng Gunung Merapi dalam kondisi sehat. Di samping itu, Balai TNGM akan berupaya menjaga kelangsungan hidup populasi elang Jawa yang terbilang nyaris punah.
"Salah satu langkah yang kami lakukan yakni memantau dan mengedukasi warga sekitar untuk bisa terlibat menjaga keberadaan elang Jawa," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
