Demikian pendaki tunadaksa asal Solo, Sabar Gorky menuturkan keyakinannya.
Raut wajahnya selalu sumringah, senyum tak henti menghiasi bibirnya saat menuturkan kisah bagaimana dirinya mendaki lebih dari 15 gunung. Tiga di antaranya bahkan merupakan gunung bergengsi di dunia yang termasuk dalam seven summit. Tiga gunung itu adalah puncak Elbrus, Rusia (5.642 mdpl), puncak Kilimanjaro (5.985 mdpl) dan puncak Cartenz (4.884 mdpl).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Puncak Cartenz merupakan puncak yang berhasil didakinya pada Agustus 2015 lalu. “Meskipun tidak lebih tinggi dari Kilimanjaro, tapi medannya lebih sulit. Di sana suhu juga sangat ekstrem, jika malam mencapai minus delapan derajat, siangnya mencapai 35 derajat celcius. Juga dihadapkan pada kemungkinan hujan es,” tuturnya menggebu-gebu. Dari 26 pendaki lainnya, Sabar merupakan satu-satunya pendaki tuna daksa yang berhasil menginjakkan kaki di puncak Cartenz.
Kendati demikian, Sabar tetap memperlihatkan kerendahan hatinya. “Saya tidak suka istilah menaklukkan. Karena hanya dengan pertolongan Tuhan saya sampai ke sana,” ujarnya.
Bangkit dengan satu kaki
Di balik kisah luar biasa itu, siapa sangka, 25 tahun lalu pria hebat peraih medali emas dalam kejuaraan paraclimbing Asia di Cheunchon, Korea Selatan tahun 2009 ini pernah mengalami keterpurukan luar biasa.
“Hampir enam bulan tepatnya di tahun 1990 saya merasa terpuruk semenjak saya kehilangan satu kaki saya dalam kecelakaan kereta api,” tuturnya.
Pada saat itu, Sabar yang masih berusia 19 tahun merasa masa depannya hancur. Dia yang sebelumnya memang menggemari tantangan di alam, merasa hidupnya tak lagi berguna dengan satu kaki.
Apa yang membuat Sabar kembali bangkit dari keterpurukan? Ia dengan mantap menyebut keluarga dan teman. “Rekan-rekan saya mendesak saya untuk naik gunung. Saat itu saya pikir, dengan satu kaki, bisakah saya mendaki,” tutur Sabar.
Gunung Lawu pun akhirnya menjadi gunung pertama yang didakinya pada tahun 1991 setelah kehilangan satu kaki.
“Sesampainya di puncak, rasanya luar biasa, semangat saya kembali bangkit,” katanya.
Bukan hanya Lawu, Sabar pun kemudian berkeinginan mendaki Seven Summit. Setelah mencapai Cartenz, Januari 2016 mendatang Sabar merencanakan bakal mendaki puncak Aconcagua, Argentina.
“Kalau kita mau, kita ini pasti bisa. Bagi teman-teman yang sudah berkarya, jagalah kesempatan dan kepercayaan itu baik-baik,” pesan bapak satu anak ini di hari Difabel Internasional yang jatuh pada 3 Desember 2015.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
