Direktur Harmonisasi Regulasi dan Standarisasi Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf), Sabartua Tampubolon.
Direktur Harmonisasi Regulasi dan Standarisasi Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf), Sabartua Tampubolon. (Rhobi Shani)

Bekraf Dorong Pengukir Jepara Tingkatkan Daya Saing

ekonomi kreatif
Rhobi Shani • 28 Juni 2019 13:38
Jepara: Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali menggelar sertifikasi profesi bagi pengukir. Sertifikasi yang ketiga kalinya ini bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Furnitur dan Kayu Olahan (Furniko) yang didukung Yayasan Dharma Bakti Lestari.
 
Direktur Harmonisasi Regulasi dan Standarisasi Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, Sabartua Tampubolon menyampaikan program sertifikasi kriya kayu dimaksudkan untuk menyiapkan tenaga ahli dalam bidang ukir kayu bersiang secara global. Sebelumnya, Bekraf mengelar sertifikasi itu di Bali. 
 
“Kami pilih Jepara karena menjadi salah satu kiblat untuk kriya ukir di Indonesia. Kedepannya, sertifikasi adalah sebuah keharusan bagi segala profesi,” ujar Sabartua usai membuka sertifikasi kriya kayu di Jepara, Jawa Tengah, pada Jumat, 28 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ada 16 sektor industri kreatif yang jadi fokus Bekraf. Namun, baru tiga sektor industri kreatif yang didorong dan ditingkatkan kompetensi pelakunya. Yaitu, bidang kuliner, fashion, dan kriya.
 
“Sub sektor kriya perlu didorong untuk memajukan tidak sebatas hobi, tapi sesuatu yang bernilai tambah signifikan bagi pelakunya,” kata Sabartua.
 
Lembaga Sertifikasi Profesi (Profesi) Furniture dan Kayu Olahan (Furniko) Muh Arifin menambahkan ada seratus lebih peserta uji kompetensi kali ini. Materi yang diujikan meliputi pengetahun, keterampilan, dan sikap.
 
“Materi uji keterampilan mengukir dilaksanakan besok,” tandas Arifin.
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif