Meski begitu, keterlambatan terjadi sangat lama, mencapai delapan jam, dan antrean kereta berlangsung cukup panjang. Keterlambatan terjadi akibat adanya antrean di jalur lintas utara dekat Stasiun Waruduwur Cirebon, tempat kejadian tabrakan.
"Keterlambatan terjadi karena di sana hanya satu jalur yang beroperasi," kata Kepala Stasiun tegal, Samsudin, di kantornya, Minggu (24/5/2015).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Keterlambatan yang cukup lama ini juga terjadi karena adanya pengalihan arus kereta ke jallur selatan melalui Cirebon - Prupuk Tegal atau sebaliknya.
Hingga siang ini penumpukan penumpang di Stasiun Tegal terus berkurang. Sebagian penumpang memilih menggunakan transportasi lain seusai saran PT KAI.
Adapun sejumlah kereta yang mengalami keterlambatan antara lain KA Argo Muria dan Argo Sindoro tujuan Semarang-Gambir; KA Matramaja tujuan Malang-Jakarta; dan KA Majapahit tujuan Semarang-Pasar Senen.
Keterlambatan terjadi karena KA Eksekutif Bangunkarta tujuan Gambir-Surabaya bertubrukan dengan kereta barang di Stasiun Waruduwur, Desa Waruduwur, Kecamatan Asanajapura, Kabupaten Cirebon. Insiden terjadi Sabtu 23 Mei, pukul 18.45 dan melukai dua orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
