Wakil Ketua Komite Sekolah Marif Ma’sum mendatangi kerumunan siswa. Dia meminta para siswa bergegas masuk ke dalam sekolah.
Mereka menurut. Namun, para siswa tak saja membawa perlengkapan sekolah. Sembari membawa spanduk dan poster, para siswa bersama-sama menuju lapangan sekolah.
Sepanjang perjalanan dari jalan raya menuju lapangan sekolah, sejauh lebih 100 meter, para siswa meneriakan yel-yel. Meminta Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Mlonggo Gunawan diberhentikan.
Ya, itu suasana demo siswa SMA Negeri 1 Mlonggo pagi ini, Senin 9 Januari.
Seorang siswa, Awalia Lailatul Khasanah menyampaikan, aksi pagi ini merupakan buntut dari kebijakan kepala sekolah. Khususnya, soal hukuman pada siswa terlambat dengan berlari di tengah guyuran hujan.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Akibat hukuman itu, 12 siswa mendapat perawatan di Puskesmas Mlonggo dan RS Islam Sultan Hadlirin Jepara.
Baca: Dihukum di Tengah Guyuran Hujan, Belasan Siswa Tumbang
“Tuntutan kami tidak neko-neko. Kami hanya meminta kepala sekolah diganti. Selama ini kami diam, dan ini puncaknya kami menyampaikan isi hati kami,” ujar Awalia.
Awalia mengungkapkan, sejumlah aturan yang dikeluarkan Gunawan dinilai janggal. Seperti kebijakan penggunaan kurikulum di sekolah. Tidak menggunakan kurikulum yang ada dalam sistem pindidikan nasional.
“Tidak menggunakan kurikulum KTSP atau kurikulim 2013, tapi menggunakan kurikulumnya sendiri, yaitu kurikulum Tuhan,” papar Awalia.
Menanggapi tuntutan siswa, Sekertaris Daerah Kabupaten Jepara Sholih yang hadir di tengah-tengah siswa menyatakan, akan meneruskan aspirasi siswa kepada pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sebab, kewenangan pengelolaan SMA dan SMK sudah diambil alih oleh Pemprov.
“Kalau masih dikelola pemda, hari ini juga bisa diambil kebijakan. Aspirasi ini akan diteruskan ke provinsi dan kami rekomendasikan kepala sekolah untuk diganti,” kata Sholih.Baca: Hukum Siswa di Tengah Guyuran Hujan, Kepsek Terancam Dipecat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
