Jamaludin Ali Alkatiri menunjukkan beberapa motif dan corak sarung yang diproduksinya, di kantor pemasaran PT Asaputex Jaya, Tegal, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi)
Jamaludin Ali Alkatiri menunjukkan beberapa motif dan corak sarung yang diproduksinya, di kantor pemasaran PT Asaputex Jaya, Tegal, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi) (Kuntoro Tayubi)

Permintaan Sarung Tegal Naik 100 Persen

ramadan 2017
Kuntoro Tayubi • 11 Juni 2017 13:53
medcom.id, Tegal: Berkah Ramadan tahun 2017 ini dirasakan pengusaha sarung khas Tegal, Jawa Tengah. PT Asaputex Jaya mengaku selama puasa, pesanan produknya meningkat dua kali lipat. Dari biasanya hanya 5.000 kodi per bulan menjadi 10 ribu kodi perbulan.
 
"Itu pada tahun 2016 lalu menjelang lebaran pesanan cuma 5.000 kodi per bulan, sekarang permintaan meningkat 100 persen jadi 10 ribu kodi perbulan menjelang lebaran tahun ini," kata Direktur PT Asaputex Jaya, Jamaludin Ali Alkatiri, Minggu, 11 Juni 2017, di kantornya Jalan Gajahmada No 74-76, Tegal.
 
Jamaludin mengaku, di hari biasanya hanya mampu memproduksi 2.000-3.000 kodi perbulan. Namun menurutnya, permintaan semakin meningkat di tahun terakhir seiring tenangnya suhu politik di Indonesia, terutama DKI Jakarta.
 
“Percaya atau tidak suhu politik sangat mempengaruhi bisnis tekstil, itu yang saya rasakan. Terutama suhu politik di DKI Jakarta kemarin,” ungkapnya.
 
Jamaludin mengaku, setiap kali ia keliling daerah di Indonesia selalu ditanya kabar politik. Pilkada DKI menjadi trending topik di kalangan pebisnis nusantara. Tidak jarang mereka menunggu perkembangan politik sebelum transaksi penjualan dilakukan. Hal ini yang menghambat distribusi produk sarung miliknya.
 
“Kami kan pabrik yang proses produksinya berjalan rutin. Dengan kondisi tersebut, maka akhirnya banyak produk yang tidak bisa keluar dan menumpuk di gudang. Beruntung tahun ini permintaan sarung meningkat tajam, sehingga yang di gudang bisa keluar semua,” jelasnya.
 
Meningkatnya permintaan tidak hanya dari lokal atau dalam negeri. Namun juga dari luar negeri terutama Negara Timur Tengah, di antaranya Yaman, Yordania, Bahrain, Oman, Qatar, dan lainnya. Pada perkembangannya, Jamal saat ini tengah menggarap pasar baru di dua Negara di Benua Afrika, yakni Ethiopia dan Djibouti.
 
Sementara 60 persen produk sarung PT Asaputex Jaya terserap di tingkat lokal seperti Medan, Jakarta, Aceh, Lombok dan Banjarmasin. Puluhan toko di wilayah Tegal dan sekitarnya juga disuplai ragam motif sarung produknya.
 
“Tahun ini saya mengeluarkan 22 motif baru, semua desain asli dari para tim kreasi PT Asaputex Jaya, Yang paling banyak permintaan saat ini adalah motif Item item,” kata Jamal.
 
Selain motif item item, motif balian atau tegalan juga banyak diminati para pembeli. Ada beberapa corak motif balian itu, yakni balian Istambul, Toraja, atau Balian kairo. Coraknya perpaduan palekat, songket, dan kembang. Satu motif bisa lima item, itu bisa terserap semua.
 
Saking banyaknya pesanan, dia mengaku sempat kewalahan untuk tahap pengemasan dan dan finishing. Jamaludin melemburkan sebagian karyawannya. Terpaksa ia juga menambah 20 persen karyawan agar bisa mencapai target penjualan. 
 
“Saya terpaksa merekrut karyawan pocokan (borongan). Mereka keluarga karayawan, bisa kakaknya, adik atau siapa saja yang bisa bantu-bantu di sini. Kita kasih upah setiap hari, lumayan bisa buat beli kebutuhan sehari-hari mereka,” pungkasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif