Tanah longsor di Desa Tempur, Keling, Jepara, menutup akses jalan pada 2014. Usai longsor terjadi retakan dan penurunan tanah. (Metrotvnews.com/Rhobi Shani)
Tanah longsor di Desa Tempur, Keling, Jepara, menutup akses jalan pada 2014. Usai longsor terjadi retakan dan penurunan tanah. (Metrotvnews.com/Rhobi Shani) (Rhobi Shani)

Bukit Retak di Jepara Belum Ditangani

longsor
Rhobi Shani • 03 Oktober 2016 15:17
medcom.id, Jepara: Retakan tanah sepanjang 900 meter dengan penurunan tanah sedalam 1,5 meter mengancam ratusan warga Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Jika intensitas hujan meningkat, dikhawatirkan akan mengakibatkan longsor.
 
Kasi Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara Pujo Prasetyo menyampaikan, retakan tanah itu muncul dua tahun lalu. Hingga kini belum ada penanganan dari pihak terkait. “Padahal sudah ditinjau langsung dari pemerintah provinsi,” ujar Pujo, di ruang kerjanya, Senin (3/10/2016).
 
Pujo menambahkan, retakan tanah berada di bukit Sawah Bokor. Tepat di bawah bukit tersebut ada permukiman yang dihuni 90 kepala keluarga dengan ratusan jiwa.
 
Di atas bukit Sawah Bokor, lokasi retakan tanah, saat ini digunakan arena trabas trail dan lapangan.
 
Terpisah, Kepala Desa Tempur Sutoyo menyatakan, retakan tanah sudah tidak tampak. Itu karena sudah tertutup lumpur-lumpur. Hanya saja, bekas retakan dan penurunan tanah masih terlihat. “Sekarang sudah digunakan beraktivitas remaja,” kata Sutoyo.
 
Retakan tanah di bukit Sawah Bokor Desa Tempur terjadi pada Februari 2014. Saat itu, intensitas curah hujan yang tinggi mengakibatkan retakan tanah, banjir bandang dan tanah longsor. Tujuh rumah dan satu sekolah rusak, desa itu sempat terisolasi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(SAN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif