Pakar geologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Dwikorita Karnawati, tanaman berat tak cocok untuk daerah perbukitan yang berpotensi longsor. Misalnya pohon jati. Kawasan itu lebih cocok untuk tanaman berakar tunggang seperti sengon.
"Menanamnya harus diatur sedemikian rupa. Jangan terlalu dekat. Ini untuk mengurangi beban dan desakan. Atau bisa juga tanaman yang berat ditanam di kaki lereng perbukitan," kata Dwikorita saat ditemui di Gedung Pusat UGM, Selasa (21/6/2016).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Selain itu, di sela-sela tanaman berakar tunggang tersebut juga perlu diberikan tanaman semak-senak. Jenis tanaman ini bisa yang digunakan untuk pakan ternak.

(Seorang warga menanam pohon sengon di Bogor, Ant - Jafkhairi)
Fungsi tanaman semak-semak itu, Dwikorita menjelaskan, sebagai tameng perlindungan agar air tidak langsung jatuh ke tanah atau menghantam tanaman lebih dulu. Saat air masuk ke tanah maka tidak akan merusak.
"Karena air yang masuk ditahan oleh tanaman," jelasnya.
Ia menekankan, kawasan perbukitan, termasuk seperti di lokasi longsor Purworejo, Jawa Tengah, harus segera ditata saat musim longsor berakhir. Selain memberikan tanaman dan juga semak-semak, dari kawasan puncak perlu adanya saluran drainase yang baik. Ini untuk menjauhkan aliran air ke bagian ceruk lereng perbukitan.
Dwikorita mengutarakan saluran drainase tersebut harus di atur karena peristiwa longsor yang terjadi akhir pekan lalu akibat akumulasi air yang berhenti di ceruk lereng perbukitan.
"Karena tanahnya gembur, mudah bergerak. Batuan keras menjadi bidang gelincir. Jika hujan makin deras, air banyak masuk, tertahan, meluncur mendorong masa tanah yang dikenal dengan gerakan tanah atau longsoran," ujarnya.
Sementara itu, lanjutnya, air hujan yang telanjur masuk ke dalam ceruk lereng perbukitan bisa dibuatkan suling-suling atau saluran dengan bambu maupun pipa untuk menguras air di dalamnya. Suling-suling itu ditujukan mengurangi air yang telanjur masuk.
Ia menegaskan, langkah lain yang perlu diambil yakni tidak melakukan pemotongan kaki lereng. "Di bawahnya ada sempadan lereng, zona bersih dari hunian. Lokasi hunian harus 1,5 kali ketinggian lereng. Ini penting karena Indonesia memiliki hujan dengan intensitas tinggi dan gempa," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
